Utang Nasional AS Diproyeksi Tembus Rp1 Kuadriliun dalam 10 Tahun

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Utang nasional Amerika Serikat (AS) diperkirakan melonjak tajam dalam satu dekade ke depan. Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO) memproyeksikan total utang AS dapat mencapai USD64 triliun atau sekitar Rp1,08 kuadriliun dalam 10 tahun mendatang.

Menurut laporan CBO yang bersifat nonpartisan, defisit anggaran pemerintah federal AS diperkirakan meningkat signifikan hingga 2036.

- Advertisement -

Dihimpun Holopis.com dari laporan ABC News, Kamis (12/2/2026), lonjakan defisit tersebut terutama dipicu oleh kebijakan pemotongan pajak Presiden Donald Trump. CBO mencatat, defisit anggaran diproyeksikan naik dari USD1,9 triliun pada tahun fiskal 2026 menjadi USD3,1 triliun pada 2036.

Lembaga tersebut juga menilai dampak pemotongan pajak akan jauh melampaui tambahan pendapatan yang dihasilkan dari kebijakan tarif baru.

- Advertisement -

Utang AS Sudah Capai USD37 Triliun

Saat ini, utang nasional AS telah menyentuh sekitar USD37 triliun. Sebelumnya pada 2023, CBO memperkirakan utang nasional akan bertambah sebesar USD20 triliun hingga 2033.

CBO sendiri merupakan lembaga independen yang memberikan analisis anggaran dan ekonomi kepada anggota Kongres AS.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Trump mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuan. Ia berpendapat bahwa langkah tersebut dapat mengurangi beban pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah.

Dalam unggahan media sosial pada Rabu, Trump kembali menegaskan pandangannya. “Amerika Serikat seharusnya membayar jauh lebih sedikit untuk pinjamannya,” kata Trump.

Defisit Berlangsung Lebih dari Dua Dekade

Amerika Serikat tercatat belum mengalami surplus anggaran sejak 2001. Selama lebih dari 20 tahun terakhir, pemerintah federal secara konsisten membelanjakan dana lebih besar dibandingkan pendapatannya, sehingga memperdalam defisit fiskal setiap tahun.

Peningkatan utang federal diperkirakan akan mendorong penerbitan obligasi Treasury dalam jumlah yang lebih besar. Kondisi tersebut berpotensi membuat kreditor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi, seiring meningkatnya persepsi risiko terhadap kemampuan pembayaran kembali utang oleh pemerintah AS.

Peringkat Kredit AS Turun

Tekanan terhadap posisi fiskal AS juga tercermin dari penurunan peringkat kredit negara tersebut. Pada Mei lalu, Moody’s menurunkan peringkat kredit AS dari level tertinggi Aaa menjadi Aa1.

Penurunan ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya dilakukan dua lembaga pemeringkat besar lainnya. Standard & Poor’s (S&P) menurunkan peringkat utang AS pada 2011, disusul Fitch pada 2023.

Proyeksi lonjakan utang hingga USD64 triliun dalam 10 tahun ke depan menjadi sorotan global, mengingat posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia dan penerbit utama obligasi pemerintah yang menjadi acuan pasar keuangan internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru