HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang arus mudik Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiagakan 386 posko digital di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jaringan telekomunikasi tetap stabil di tengah lonjakan trafik komunikasi masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik selama mudik.
“Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Meutya dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (12/2/2026).
Periode siaga berlangsung 15–29 Maret 2026. Dari total 386 posko, terdapat 5 posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang bersiaga 24 jam memantau kualitas sinyal dan potensi gangguan.
Kemkomdigi juga mengoperasikan dasbor pemantauan terpadu yang mampu memantau kepadatan arus fisik dan kualitas sinyal seluler secara real time. Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi hambatan di jalur transportasi maupun trafik digital.
Belajar dari periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026, kecepatan internet berhasil dijaga di rata-rata 80 Mbps (unduh) dan 35–36 Mbps (unggah). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Lebaran 2025 yang berada di 44,75 Mbps (unduh) dan 24,43 Mbps (unggah).
“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan panggilan video, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” jelas Meutya.
Tak hanya itu, pengawasan spektrum frekuensi juga diperkuat demi menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk operasional kereta cepat Whoosh.
Kemkomdigi juga meningkatkan patroli siber untuk mencegah maraknya penipuan melalui fake BTS—perangkat ilegal yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirim pesan penipuan, terutama di titik kemacetan.
Dengan strategi terpadu ini, pemerintah menargetkan mudik 2026 berlangsung lancar, aman, dan tetap terkoneksi tanpa gangguan berarti.


