JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir cukup dalam pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (8/5). Tercatat, indeks pasrah ditutup melemah 98,48 poin atau setara 1,42 persen ke level 6.827,75.
Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sebanyak 249 saham yang menguat pada perdagangan hari ini. Sementara 400 saham lainnya melemah dan 311 saham stagnan.
Adapun sepanjang perdagangan hari ini, nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp14,8 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 36,5 miliar lembar saham.
Selain IHSG, indeks-indeks utama lainnya juga turut tergelincir, dimana indeks LQ45 turun 1,71 persen ke 763, indeks IDX30 terkoreksi 1,75 persen ke 395, indeks JII turun 1,34 persen ke 464, dan indeks MNC36 melemah 1,74 persen ke 298.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor saham parkir di zona merah. Sektor properti memimpin pelemahan dengan koreksi 2,52 persen, disusul sektor bahan baku yang turun 2,09 persen dan teknologi yang tertekan 1,72 persen.
Sektor industri juga terkoreksi 0,55 persen, sementara sektor keuangan dan energi masing-masing turun 1,14 persen dan 1,08 persen.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang berhasil mencatatkan penguatan, yakni sektor transportasi yang naik 1,01 persen dan sektor kesehatan yang menguat 1,13 persen.
Di tengah gejolak pasar, beberapa saham justru mencatatkan lonjakan signifikan. PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) melonjak 34,85 persen ke level Rp178, disusul PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) yang naik 34,33 persen ke Rp90 dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) yang menguat 26 persen ke Rp63.
Sementara itu, saham-saham dengan penurunan terdalam di antaranya PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) dan PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) yang masing-masing turun 14,81 persen ke Rp69. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) juga terperosok 14,77 persen ke Rp150.


