JAKARTA – Kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Brebes Selatan sejak beberapa hari lalu memicu terjadinya pergerakan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, wilayah Brebes Selatan di Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, ratusan warga yang ada di Desa Mendala pun memilih mengungsi pasca bencana tersebut.
“Sedikitnya 367 jiwa harus mengungsi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (19/4).
Abdul menjelaskan bahwa mahkota longsor teridentifikasi berada di Dukuh Krajan RT 05 RW 03, dengan arah bidang luncur menuju Barat laut dan sudut kemiringan diperkirakan mencapai 60° ke arah aliran Kali Pedes.
“Akibat kejadian ini, sebanyak 93 unit rumah dilaporkan rusak berat (RB), dan 14 unit rumah lainnya terancam,” ujarnya.
Abdul memastikan Langkah-langkah tanggap darurat segera diimplementasikan, termasuk pendirian dua tenda pengungsian di Dukuh Babakan untuk menampung 314 jiwa pengungsi. Sementara itu, 53 jiwa lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah saudara.
Selain itu, upaya evakuasi warga terdampak bencana juga menjadi prioritas utama. Koordinasi dengan PLN juga dilakukan untuk melakukan pemutusan jaringan listrik di area terdampak demi keamanan.
Saat ini, kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi logistik, kasur lipat, tenda pengungsi tambahan, selimut, tikar, serta kebutuhan khusus untuk bayi dan balita.
Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini tengah dalam proses menetapkan status tanggap darurat sebagai respons terhadap kejadian ini.


