JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan metode kerjanya di masa transisi selama lima bulan yang terbilang sangat tertutup pada saat itu.
Dimana dalam kurun waktu lima bulan, Prabowo mengungkapkan kondisi desakan demi desakan yang dialaminya pada saat itu.
“Lima bulan kita bekerja terus, tanpa diliput media kadang-kadang diliput media malah kerjanya sulit. Karena media ingin bukti seketika,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Selasa (8/4).
Presiden Prabowo pun menyebut, tidak ada suatu usaha yang bisa berlangsung dengan instan jika tidak direncananakn terlebih dahulu. Hal tersebut kemudian menurut Presiden, hanya bisa dilakukan oleh seorang Nabi.
“Padahal tidak ada dalam manajemen suatu usaha, dalam manajemen suatu organisasi dalam menjalankan suatu proyek tidak bisa seketika,” ujarnya.
“Yang bisa seketika itu hanya Nabi Musa yang punya tongkat. Kita manusia tidak bisa langsung seketika,” sambungnya.
Presiden kemudian menjelaskan ketika masa transisi dirinya berupaya melakukan perencanaan yang begitu matang dan dilanjutkan dengan mencari rekan kerja yang berkualitas.
“Semua itu adalah perencanaan, perencanaan yang matang. Perencanaan dasarnya adalah pengumpulan data yang benar. Sesudah perencanaan, mencari awak. mencari orang untuk melaksanakan rencana itu. Rencana terbaik, gagasan terbaik tanpa awak yang bisa melaksanakan tidak akan berhasil,” jelasnya.
“Sesudah itu baru mulai, dan sesudah pelaksanaan baru kita lihat hasil. Ini adalah fenomena hidup,” tegasnya.

