Raja Charles Ikut Bela Sungkawa Lihat Gempa Bumi Myanmar – Thailand

0 Shares

JAKARTARaja Inggris Charles III mengungkapkan bekasungkawanya terhadap musibah gempa bumi yang melanda Myanmar dan Thailand. Kepada Myanmar dengan jumlah korban yang melampaui angka ribuan, Raja Charles mengaku terkejut dan sangat sedih. Ayah Pangeran William itu juga sangat prihatin dengan rumah-rumah dan gedung-gedung yang hancur.

“Kepada masyarakat Myanmar, saya dan istri saya sangat terkejut dan sedih karena gempa bumi di Myanmar, banyaknya nyawa yang hilang, kehancuran rumah-rumah, gedung, dan kehidupan, belum lagi kehancuran klenteng-klenteng yang suci, biara-biara, dan tempat beribadah lainnya,” kata Raja Charles dalam pernyataan resmi, dikutip Holopis.com, Minggu (30/3).

Raja Charles pun memuji kehebatan dan kekuaran masyarakat Myanmar dalam menghadapi ujian-ujian hidup serta tragedy. Charles mengatakan bahwa masyarakat Myanmar memiliki kemampuan untuk resilience.

“Saya tahu masyarakat Myanmar terus menahan banyak kesulitan dan tragedy dalam hidup kalian, dan saya sudah lama mengagumi kemampuan bertahan dan semangat kalian,” lanjutnya.

Charles kemudian menutup pesannya dengan mengatakan bahwa ia dan Ratu Camilla sangat bersimpati dengan gempa bumi yang terjadi di Myanmar, terutama korban-korban yang sangat terdampak.

“Di waktu yang sangat sulit dan menyedihkan ini, istri saya mengirimkan rasa simpati yang sangat besar, untuk mereka yang sudah menderita akibat tragedi kehilangan orang-orang tercinta, kehilangan rumah, dan kehidupan mereka yang berharga,” tutup Charles.

- Advertisement -

Sebagai informasi Sobat Holopis, gempa bumi yang sangat besar sebenarnya jarang terjadi di Bangkok. Meskipun tidak ada kerusakan parah yang meluas, namun masyarakat sempat dibuat panik akibat gempa yang kencang itu.

Sementara itu, gempa berkekuatan 7.7 magnitudo ini adalah gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad. Getarannya sangat luas hingga merusak bangunan-bangunan di Bangkok yang berlokasi ratusan kilometer dari pusat gempa.

Perlu diketahui, sebanyak 1.644 orang meninggal dunia, dan hampir 3.400 mengalami luka-luka di Myanmar. Kemudian, sebanyak 139 orang masih dinyatakan hilang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU