HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (3/3), setelah sebelumnya melemah tajam pada pekan lalu.
Berdasarkan data RTI Infokom, indeks saham nasional itu dibuka melonjak naik 1,6 persen ke 6.370,79 pada Senin pagi. Namun selang beberapa menit IHSG kembali menanjak dan membukukan kenaikan hingga mencapai 1,86 persen.
Senada dengan tren kenaika IHSG pada pagi ini, mayoritas saham yang diperdagangkan pada hari ini, yakni sebanyak 277 saham mengalami kenaikan. Namun masih ada sebanyak 171 yang tidak bergerak, dan hanya 97 saham yang berada di zona merah.
Sementara untuk nilai transaksi dalam dua menit pertama perdagangan mencapai Rp 1,03 triliun, yang melibatkan 1,14 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi tercatat sebanyak 59 ribu kali transaksi.
Proyeksi IHSG Hari Ini
IHSG diproyeksi bakal menguji support level 6.200 pada awal perdagangan pekan ini, Senin (3/3). Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan.
Sebagaimana diketahui, bahwa IHSG pada Jumat (28/2) pekan lalu ditutup melemah 3,31 persen ke level 6.271. Bahkan secara year to date, pelemahan mencapai 11 persen.
Pelemahan tersebut sejalan dengan besarnya akumulasi aksi jual oleh para investor asing yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
“Secara teknikal, terbentuk pelebaran negative slope pada MACD, sehingga IHSG masih berpotensi uji support 6.200,” kata Valdy dalam risetnya, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (2/3).
Dia menambahkan, bahwa akumulasi jual investor asing sebelumnya sudah pernah terjadi beberapa kali dalam 10 tahun terakhir.
Nilai akumulasi nilai jual bersih atau net sell investor asing paling dekat terjadi di tahun 2015, dengan posisi pelemahan IHSG sebesar 12,13 persen.
Adapun sepanjang 1 Januari 2025 sampai dengan 28 Februari 2025, nilai akumulasi net sell investor asing diperkirakan mencapai level yang sama dengan pelemahan yang terjadi pada 2015 tersebut.
Sementara pelemahan IHSG saat ini sudah terindikasi mengalami pelemahan yang sama dengan besarnya pelemahan di 2025. Pasalnya pelemahan yang terjadi saat ini sudah mencapai 11 persen.
Akan tetapi, Valdy menyebut terdapat juga indikasi bahwa tekanan jual asing terlalu kuat yang memicu reaksi pelaku pasar tersebut.
“Artinya, pasar masih perlu berhati-hati dengan potensi pelemahan lanjutan apabila aksi jual signifikan investor asing masih berlanjut,” kata Valdy.
Adapun untuk perdagangan saham hari ini, Valdy dalam risetnya merekomendasikan sejumlah saham yang berpeluang menguat pada perdagangan pekan ini.
Sejumlah saham tersebut yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT PP London Sumatra Tbk (LSIP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).


