JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang lebih dikenal Sritex telah resmi mengakhiri perjalan bisnis mereka. Dimana perusahaan yang pernah menjadi raksasa tekstil di Asia Tenggara itu telah dinyatakan insolvent atau bangkrut.
Hal itu sebagaimana diputuskan oleh hakim pengawas dalam rapat kreditur yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (28/2).
Adapun perusahaan yang berdiri sejak 1966 ini akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan per tanggal 1 Maret 2025.
“Setelah dilakukan perundingan, sudah menemui titik temu. Yang intinya PHK, setelah diputuskan tanggal 26 Februari PHK, namun untuk bekerja sampai tanggal 28, sehingga off tanggal 1 Maret,” kata Kepala Disperinaker Sukoharjo, Sumarno dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com.
Hal ini tentu menjadi hal yang menyedihkan, dimana ribuan karyawan akan menyandang status sebagai seorang pengangguran, tepat di hari pertama puasa Ramadan.
“Puasa awal sudah berhenti total (PT Sritex). Ini jadi kewenangan kurator,” tambah Sumarno.
Penutupan total Sritex merupakan puncak dari krisis keuangan yang telah melanda perusahaan selama beberapa tahun terakhir, yang ditandai dengan gagalnya perusahaan tersebut membayar utang.
Kemudian pada tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 2024, Sritex resmi diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Kurniawan Lukminto menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh karyawan perusahaan atas loyalitas dan dedikasi selama bekerja di perusahaan.
Namun bersamaan ia merasa ‘berduka’ karena Sritex tak lagi bisa diselamatkan. Sebab menurutnya terdapat sekitar 8 ribu karyawan Sritex di Kabupaten Sukoharjo yang harus kehilangan pekerjaan akibat pailit tersebut.
Kemudian secara keseluruhan, terdapat 12 ribu karyawan Sritex beserta tiga anak usahanya yang akan kehilangan pekerjaan.
“Kalau dihitung para karyawan ini sudah bersama selama 21.382 hari sejak Sritex berdiri pada 16 Agustus 1966,” kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (28/2).
“Kami berduka, namun kami harus terus memberi semangat,” katanya lagi.


