JAKARTA – Langkah Indonesia bergabung dengan blok ekonomi BRICS menjadi salah satu bahasan dalam forum The World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2025 yang berlangsung di Swiss, yakni pada sesi diskusi panel kedua.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono yang menjadi salah satu pembicaraan di gelaran tersebut menggarisbawahi, bahwa hadirnya Indonesia di BRICS tak hanya untuk menggalang manfaat ekonomi semata.
Dia mengatakan, bergabungnya Indonesia di BRICS juga merupakan upaya untuk menjembatani perbedaan kepentingan negara maju dan berkembang di berbagai forum multilateral.
“Indonesia ingin menggalang kerja sama dan kolaborasi dengan negara tetangga, negara sahabat di kawasan, serta komunitas global. Kita akan majukan pendekatan yang konstruktif,” kata Sugiono dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Senin (27/1).
Dia menegaskan, bahwa prasyarat untuk pertumbuhan adalah perdamaian dan stabilitas.
“Itulah sebabnya, Indonesia membuka diri untuk bekerja sama, karena kami memiliki kewajiban untuk mendukung prioritas nasional dan melayani rakyat Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Sugiono juga menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan diarahkan untuk mewujudkan amanat Konstitusi Indonesia, termasuk menjaga kedaulatan NKRI serta mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Presiden Timor Leste Ramos Horta yang ikut hadir dalam acara diskusi tersebut mengapresiasi kiprah diplomasi Indonesia dan peran Indonesia dalam membantu keanggotaan Timor-Leste di ASEAN.


