JAKARTA – Tahun 2025 telah tiba, sepatutnya kita pun perlu mengetahui sejarah hari Perayaan Tahun Baru Masehi itu sendiri. Simak selengkapnya berikut ini.
Sejarah Perayaan Tahun Baru Masehi
Awal mula ditetapkannya Tahun Baru Masehi 1 Januari berawal dari Romawi Kuno. Kalender Romawi pada mulanya terdiri dai 10 bulan dan 304 hari. Aturan ini dibuat pada abad ke-8 SM oleh Romulus, pendiri Roma.
Dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya, yaitu Numa Pompilius, ia menambahkan bulan baru ke dalam kalender. Bulan itu diberi nama Januarius dan Februarius, saat ini kita ketahui sebagai Januari, dan Februari.
Jika dilihat dari website History, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa, ia menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama tahun.
Penetapan ini dibantu oleh seorang astronom dan matematikawan yang tersohor di Iskandariyah, bernama Sosigenes. Januarius sendiri diambil dari nama dewa Janus. Alasan Caesar memilih 1 Januari, adalah untuk menghormati dewa Janus.
Kalender versi Julius ini pun dibuat mengikuti revolusi matahari. Meski demikian, Kalender Julius dinilai kurang akurat, kemudian Dr. Aloysius Lilius mencetuskan Kalender Gregorius dengan persetujuan Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582.
Di Kalender Gregorius, tahun dengan kelipatan 100 dianggap sebagai tahun kabisat, jika tahun tersebut bisa dibagi dengan 400.
Sampai pada akhirnya, sistem Kalender Gregorius inilah yang kemudian ditetapkan negara-negara di seluruh dunia, dan digunakan hingga saat ini.


