HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati atau akrab disapa Saras menanggapi sejumlah agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.
Legislator DPR ini menganggap Presiden Prabowo ingin Indonesia menjadi salah satu negara target para investor.
“Ini jelas bahwa Indonesia ini negara yang sangat besar, sangat luas. Dengan kondisi APBN, itu tidak mungkin bisa melakukan pertumbuhan ekonomi seperti yang kita harapkan, yaitu 8% dalam waktu 5 tahun ini. Jadi perlu ada investasi yang besar-besaran ke Indonesia,” kata Sara pada Minggu (10/11).
Bahkan, Sara menganggap bahwa Presiden Prabowo berpeluang besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia dengan kerja sama dari pihak internasional.
“Ini bukan berarti kita terus menghilangkan lapangan pekerjaan, justru menciptakan lapangan pekerjaan. Dananya itu masuk ke Indonesia, menggenjot lapangan pekerjaan, supaya perputaran dananya itu di sini,” tukasnya.
Selain itu, Saras menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo untuk menarik investasi besar-besaran sekaligus menunjukan keseriusan pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan investasi asing.
“Dengan beliau keliling, itu kan sebenarnya membuka pintu bahwa kita ini open for business. Kita ini akan menghadirkan hukum yang jelas, karena kepastian hukum yang dibutuhkan oleh investor,” tukasnya.
Sara menekankan kunjungan Prabowo ke luar negeri tak hanya untuk mencari investor melainkan menjalin hubungan yang baik dengan komunitas dunia. Ia menekankan Indonesia akan tetap bersikap netral.
“Bahwa kita adalah negara yang, satu merdeka, yang tidak akan diadu domba untuk kepentingan pihak manapun dan kita clear pesannya adalah silakan berinvestasi, tetapi kita netral dan kita tidak akan berpihak, jika ada konflik geopolitik yang akan terjadi,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini.
Rahayu menegaskan jika posisi bangsa Indonesia sudah jelas berada di pihak Palestina. Prabowo disebut akan memperjuangkan hal itu.
“Karena ini tentunya sangat ramai sekali persoalan konflik-konflik yang terjadi, dan jelas bahwa kita di pidato beliau, menyampaikan di hadapan utusan-utusan negara, berani untuk menyampaikan bahwa kita tetap akan berpihak untuk kemerdekaan Palestina,” ujar Sara.
“Dan itu saya rasa pesan yang tidak banyak pemimpin-pemimpin negara lakukan, tapi Presiden Prabowo jelas bahwa kita ingin adanya kemerdekaan untuk masyarakat Palestina,” tambahnya.

