HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebanyak 750.000 masyarakat Israel turun ke jalanan karena kembali melakukan aksi protes besar-besaran. Mereka menuntunt Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar cepat mencapai kesepakatan gencatan senjata agar bisa membebaskan tawanan Israel yang masih ada di Gaza.
Para anggota keluarga menyalahkan ketidakbecusan Netanyahu sebagai penyebab pemerintahannya gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Terpantau Holopis.com pada Minggu (8/9), ini merupakan rekor jumlah demonstasi yang terjadi setelah Angkatan Darat Israel mengumumkan mereka sudah menemukan enam jenazah tawanan di terowongan di Gaza.
Sebagai informasi, lebih dari 100 tawanan rakyat Israel masih berada di Gazam meskipun sepertiga dari mereka diyakini sudah meninggal dunia.
Sebelumnya, sebanyak 105 tawanan sudah dibebaskan Hamas, dengan imbalan 240 tahanan Palestina di tahan di penjara Israel.
Hal ini dipicu pasca Hamas menyandera sekitar 240 orang setelah serangan yang mereka lakukan di Israel pada 7 Oktober lalu.
Saat itu, 1.139 orang tewas dalam serangan. Israel kemudian membalas dan sudah membunuh sekitar 41.569 hingga saat ini.
Hamas Salahkan Benjamin Netanyahu Atas Kematian Tawanan
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa kematian tahanan Israel memang ulang dari Benjamin Netanyahu.
“Netanyahu bertanggung jawab atas pembunuhan tahanan Israel,” demikian disampaikan Sami, dikutip Holopis.com, Senin (2/9).
Israel pun saat ini mendapatkan tuntutan yang lebih mencekam antara keinginan Netanyahu, atau kesepakatan yang bisa menyelesaikan perang dan tidak lagi memakan korban lebih banyak baik dari Israel maupun Palestina.
“Israel harus memilih antara Netanyahu dan kesepakatan itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 500.000 warga Israel sudah melakukan protes besar-besaran pada 2 September. Mereka juga menuntut Benjamin Netanyahu untuk lebih serius dalam menyudahi perang agar bisa memulangkan sanak saudara mereka yang masih ditahan oleh Hamas.


