BerandaNewsPolhukamKPK Janji Analisa dan Dalami Uang Korupsi Proyek DJKA untuk Biaya Sewa...

KPK Janji Analisa dan Dalami Uang Korupsi Proyek DJKA untuk Biaya Sewa Heli Menhub Budi

"Semua informasi akan dianalisa dan didalami oleh penyidik terutama yang berkaitan dengan perkara utama yang sedang ditangani," ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto.

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menganalisis dan mendalami setiap fakta yang terungkap dalam persidangan perkara dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.

Tak terkecuali munculnya pembiayaan sewa helikopter Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang uangnya diduga berasal dan terkait dugaan rasuah proyek rel kereta api.

“Semua informasi akan dianalisa dan didalami oleh penyidik terutama yang berkaitan dengan perkara utama yang sedang ditangani,” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (21/6).

Sebelumnya, terungkap sejumlah fakta dalam persidangan eks Direktur Utama Prasarana Perkeretaapian pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Kemenhub, Harno Trimadi. Salah satunya terkait dugaan aliran uang dari para pengusaha yang terlibat proyek rel kereta api ke berbagai pejabat Kemenhub hingga Menhub Budi.

Penerbit Iklan Google Adsense

Hal itu termaktub dalam dalam salinan putusan Harno Trimadi. Pada 11 Desember 2023, Harno telah divonis lima tahun penjara. Harno terbukti menerima uang suap Rp 3,2 miliar dari Dion Renato Sugiarto selaku Direktur PT Istana Putra Agung, pengusaha pelaksana proyek rel kereta api bagian Jawa Tengah.

Harno dalam persidangan mengungkap adanya aliran uang Dion untuk membiayai sewa helikopter Menhub Budi sebesar Rp 167 juta pada 30 Mei 2022. Selain itu, Dion juga ikut patungan membayar sewa helikopter Menhub Budi ketika melakukan kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan pada Juni 2022 sebesar Rp 43,85 juta.

“Bahwa rekapan di atas ini Suyanto yangmembuat dan benar ada pembelian elevator sebesar Rp 913.734.350 dan Pelita Air adalah untuk urunan sewa helikopter ke Makassar untuk Pak Menhub meninjau CT 401 sampai sekian,” bunyi salinan putusan Harno. 

“Bahwa pada saat itu angka Rp 43.859.907 dan Saksi tidak mengetahui beberapa perusahaan yang mengikuti urunan dan angka itu Saksi diberikan dari PPK di mana pada saat itu PPK-nya adalah Pak Ari Wibowo dan Saksi tidak mengetahui apakah kontraktor-kontraktor lain juga ikut menyumbang,” bunyi salinan putusan.

Tak hanya itu, Harno juga mengaku pernah menyetor 12 ribu dolar Amerika Serikat kepada tim Budi Karya Sumadi yang meninjau kereta gantung di Belgia pada Oktober 2022. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DJKA disebut mencarikan pendanaan dari para kontraktor pemenang proyek rel kereta api untuk kebutuhan tersebut. 

“Bahwa Terdakwa melalui Dewi Hesti pernah memberikan uang sebesar USD12.000 kepada tim Menteri Perhubungan yang berangkat ke Belgia untuk melihat kereta gantung melalui Ibu Yeni (Plt Sesdirjen Kereta Api) pada bulan Oktober 2022. Sumber uang tersebut berasal dari Ferdian Suryo (PPK) yang didapat dari rekanan. Bahwa Terdakwa membenarkan mengarahkan setiap PPK konstruksi untuk nengumpulkan uang dari pelaksanaan pekerjaan sebagai dana taktis untuk operasional organisasi,” bunyi salinan putusan Harno.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

PDIP Klaim Hanya di Era Jokowi Menantu Hingga Keluarga Aktif di Politik

PDIP terus menerus memberikan kritik keras atau rencana pencalonan sejumlah kerabat Presiden Jokowi di Pilkada 2024.

Simpatisan Koruptor SYL Aniaya Wartawan, Polisi Turun Tangan!

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian turun tangan mengusut dugaan aksi penganiayaan hingga penyeroyokan simpatisan Koruptor Syahrul Yasin Limpo (SYL) terhadap wartawan/jurnalis usai sidang vonis. Seperti...

Divonis 10 Tahun, SYL Berterima Kasih Atas Ajaran Surya Paloh

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku sangat berterima kasih atas peran seorang Surya Paloh terhadap dirinya selama ini.

Divonis Bersalah, Partai Nasdem Tendang SYL

Partai Nasdem menegaskan bahwa Syahrul Yasin Limpo bukan lagi menjadi kader partai mereka.

Ma’ruf Amin Semprot Polda Jabar, Mabes Polri Langsung Evaluasi

Mabes Polri menanggapi kritikan keras yang disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait dengan penanganan kasus Pegi Setiawan.

Pegi Setiawan Bebas, Menko Polhukam : Hargai Putusan Pengadilan!

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pegi Setiawan bebas dari status tersangka kasus Vina dan Eky, usai Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Bandung Eman Sulaeman mengabulkan gugatan...

HOLOPIS FEEDS