HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya penurunan jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Berdasarkan pengamatan BMKG stasiun Balikpapan, jumlah titik panas yang semula pada Sabtu (30/12) sebanyak 42 titik, berkurang menjadi hanya 28 titim pada hari Minggu (31/12).
“Sebanyak 28 titik panas ini terpantau sepanjang Ahad, 31 Desember kemarin,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan., Diyan Novrida dalam keterangan pers yang dikutip Holopis.com, Senin (1/1).
DIyan menyampaikan, bahwa informasi perihal sebaran titik panas telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Lebih lanjut, DIa menyampaikan bahwa sebaran panas di salah satu provinsi di Tanah Borneo itu memang masih berlangsung di sejumlah titik, walaupun saat ini Indonesia telah memasuki musim hujan.
Hal itu karena ada sejumlah kawasan di Kaltim yang tidak mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir. Sehingga hal ini membuat daun dan ranting mengering dan mudah terbakar. Hal ini pun tentu membuat potensi kebakaran hutan dan lahan bisa saja terjadi.
Adapun sebanyak 28 titik panas yang ada di provinsi Kaltim saat ini, tersebar di empat kabupaten/kota, yakni di Kota Bontang sebanyak satu titik, Kabupaten Kutai Timur ada 20 titik, Kutai Kartanegara 4 titik, dan Kabupaten Berau 3 titik.
“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan, karena masih banyak daun dan ranting kering di lahan yang mudah terbakar,” pungkasnya.


