Menteri Jokowi Akui China Lebih Agresif Ketimbang AS

534
0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penamanam Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengakui, bahwa China merupakan negara yang cukup agresif dari sisi investasi ketimbang Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa.

“Kalau kita mau jujur, yang agresif itu China dan Korea (Selatan). Kalau Eropa dan Amerika (Serikat) ini bagus, tapi proposal dan feasibility study (FS)-nya terlalu lama. Jadi, negosiasinya butuh iman yang kuat, harus telaten,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Jumat (20/10) yang dikutip Holopis.com.

Hal itu tercermin dari nilai investasi China sebesar US$ 1,8 miliar yang membawa China bertengger di posisi kedua negara dengan investasi terbesar di Indonesia. Meskipun masih kalah dengan Singapura yang memiliki nilai investasi sebesar US$ 4,4 miliar.

Sementara itu, Korea Selatan berada di posisi ketujuh dengan US$ 1,98 miliar, dan AS berada di posisi kelima dengan investasi senilai US$ 2,44 miliar.

Kendati begitu, Bahlil menampik komentar-komentar miring terkait China yang disebut-sebut bakal menguasai investasi di Indonesia karena banyaknya investasi dari mereka yang masuk ke Indonesia.

“Selama ini kan seolah-olah kita investasinya China dan China saja, saya dapat protes terus. Ini datanya sudah mulai keseimbangan,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU