Sabtu, 22 Juni 2024
BerandaNewsMiliterPanglima TNI Tak Mau Ada Prajurit Terlibat Konflik dengan Rakyat di Rempang

Panglima TNI Tak Mau Ada Prajurit Terlibat Konflik dengan Rakyat di Rempang

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari polisi militer (PM) untuk terjun langsung ke Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mencegah adanya prajurit TNI yang ikut terlibat dalam sengketa kepemilikan tanah di lokasi tersebut.

“Polisi Militer (POM) TNI kami turunkan, jangan sampai ada prajurit TNI yang terlibat, mungkin apa namanya provokator, atau mungkin punya lahan-lahan yang tidak sah di sana. Kami beri imbauan,” kata Laksamana Yudo menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (12/9) seperti dikutip Holopis.com.

Laksamana Yudo juga mengatakan, bahwa dia juga menerima laporan bahwa Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Marsekal Muda TNI Agung Handoko juga telah mengirimkan tim gabungan untuk Satuan Tugas POM TNI ke Pulau Rempang. Sementara itu, terkait situasi keamanan di Pulau Rempang, Panglima TNI menyampaikan posisi prajurit TNI tetap hanya membantu tugas polisi.

“Sudah dari awal kami sampaikan kepada pangdam maupun pangarmada, danlantamal, danrem di sana, TNI yang di sana (Pulau Rempang) sifatnya perbantuan kepada Polri,” terangnya.

Penerbit Iklan Google Adsense

Sejumlah kelompok masyarakat di Pulau Rempang bentrok dengan polisi pada Kamis (7/9) minggu lalu, karena warga menolak pengukuran lahan untuk pembangunan Rempang Eco-City dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Pulau Rempang, yang luasnya kurang lebih 17.000 hektare, direncanakan menjadi kawasan ekonomi terintegrasi yang menghubungkan sektor industri, jasa dan komersial, residensial/permukiman, agro-pariwisata, dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Terkait bentrok itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta polisi menangani aksi massa di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau dengan penuh kemanusiaan.

“Ya kita tetap secara hukum minta aparat penegak hukum untuk menangani masalah kerumunan orang itu atau aksi unjuk rasa atau yang menghalang-halangi eksekusi hak atas hukum itu supaya ditangani dengan baik dan penuh kemanusiaan,” kata Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (8/9) minggu lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menjelaskan negara telah memberikan hak atas tanah di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau kepada perusahaan. Dia pun mengatakan bahwa surat keputusan (SK) terkait pemberian hak atas tanah itu dikeluarkan pada 2001 dan 2002.

“Masalah hukumnya juga supaya diingat, banyak orang yang tidak tahu, tanah itu, (Pulau) Rempang itu sudah diberikan haknya oleh negara kepada sebuah perusahaan, entitas perusahaan untuk digunakan dalam hak guna usaha. Itu Pulau Rempang. Itu tahun 2001, 2002,” kata Mahfud.

Baca selengkapnya di halaman kedua.

Temukan kami juga di Google News
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 - 2029
Sudaryono
BERITA LAINNYA

TNI AD Gagalkan Transaksi Ganja di Perbatasan, Tapi Empat Pelaku Kabur

TNI AD (Angkatan Darat) melalui Satuan tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 122/TS berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba di perbatasan.

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Liter Miras Ilegal di Sulut

TNI AL (Angkatan Laut) melaluia personil Lanal Tahuna, berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras ilegal di Pelabuhan Pehe Siau, Siau Barat, Sulawesi Utara.

Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal di Laut Banda

Bakamla RI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kayu illegal yang dilakukan oleh pelaku pencurian.

Panglima TNI Bertemu Militer AS Bahas Persiapan Super Garuda Shield

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan pertemuan dengan Commanding General United States Army Pacific, Jendral Samuel J. Paparo pada Kamis (13/6).

Kostrad Terus Gempur Warga Intan Jaya Pakai Sembako

Satgas Yonif 509 Kostrad kembali menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat di Intan Jaya, Papua.

TNI AL Sukses Gagalkan Penyelundupan Benur di Yogyakarta

TNI AL (Angkatan Laut) melalui Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benur atau Benih Bening Lobster (BBL).

HOLOPIS FEEDS