HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Pasalnya, penyaluran bansos di beberapa daerah justru digunakan oleh sejumlah pihak untuk kepentingan politik mereka.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog di Senayan, Senin (5/6).
Sudin pun meminta kepada Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi selaku pihak yang bertanggung jawab terkait program bansos pangan tersebut untuk memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
“Jelaskan penyaluran beras soalnya di beberapa tempat ini dijadikan komoditi untuk kepentingan politik. Ini harus jelas. Jangan sampai seperti itu,” kata Sudin dalam rapat, Senin (5/6) yang dikutip Holopis.com.
Tak cuma bansos beras, Sudin juga turut menyoroti penyaluran bansos telur ayam. Dia meminta Bapanas dan Bulog untuk menjelaskan perihal mekanisme penyaluran bansos telur yang sejatinya bertujuan untuk menekan angka stunting di Indonesia.
Menurutnya, penjelasan tersebut penting untuk disampaikan. Sebab, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) selaku pihak yang datanya digunakan sebagai acuan penerima bansos telur juga melakukan hal yang sama.
“Terus pembagian telur juga harus jelas mekanismenya, gimana bisa bekerjasama dengan BKKBN, karena BKKBN pun membagikan telur juga untuk pencegahan stunting,” tutur Sudin.
Dalam kesempatan yang sama, Arief pun menjelaskan, bahwa penyaluran bansos beras dilakukan dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos). Sedangkan telur berdasarkan data dari BKKBN.
Penyalurannya pun, kata Arief, disalurkan oleh Perum Bulog sesuai dengan alamat masing-masing penerima. “Jadi Bulog ditugaskan by name by address, sudah ada sesuai dengan BKKBN untuk telur dan beras data Kemensos,” kata Arief.
Tak hanya Arief, Direktur Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas dalam kesempatan itu pun turut memberikan penjelasan, bahwa distribusi bansos dilakukan secara kombinasi.
Dikatakannya, penyaluran bansos ada yang dilakukan melalui titik-titik terdekat yang ditentukan oleh PT Pos. Namun ada juga yang diantarkan langsung ke rumah masing-masing penerima.
“Jadi itu kombinasi ada yang langsung datang ke rumahnya, ada yang di pool tempat kediaman, tapi tetap sesuai NIK by name by addres,” jelas Buwas.

