DPR Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Sahroni menyatakan peraturan FIFA Pasal 9b, sudah terang benderang melarang gas air mata digunakan dalam pengamanan pertandingan sepak bola.

“Saya minta kapolri tindak tegas oknum aparat yang bertanggung jawab atas penggunaan gas air mata ini. Di luar ada penyebab lain, tindakan sporadis, dan lain-lain juga mesti diusut,” kata Sahroni, Minggu (2/10).

Sahroni menuturkan FIFA tentu memiliki pertimbangan, sehingga melarang pengunaan gas air mata.

“Semua pihak menyesalkan penggunaan gas air mata yang sudah jelas dilarang oleh FIFA dan tidak masuk dalam SOP pengamanan pertandingan sepak bola. Gas air mata bisa memicu kericuhan dan kepanikan yang sangat berbahaya bila terjadi di stadion. Terbukti apabila dilanggar, tragedi inilah (tragedi Kanjuruhan) yang terjadi,” ujarnya.

Sahroni mengatakan DPR akan segera memanggil para pihak terkait. “Kami segera memanggil pihak-pihak terkait, dari polisi, panitia pelaksana, PSSI, termasuk dari klub. Bukan mencari-cari kesalahan, tetapi untuk menjaga hal serupa tak terjadi,” kata Sahroni.

Pada sabtu malam, 1 oktober 2022, telah terjadi kericuhan di pertandingan sepak bola antara Arena Malang vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan Malang.

Menurut Sahroni, tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi kemanusiaan, sehingga harus mendapat perhatian penuh dari seluruh bangsa. “Saya sebagai pimpinan komisi III secara khusus meminta kapolri untuk memberikan atensi luar biasa terhadap kasus ini. Usut tuntas dan tindak pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kesalahan pasti ada di lebih dari satu pihak, bisa suporter, panita pelaksana dan klub maupun aparat. Semua harus diusut. Namun, hal yang jelas dan telak sudah dilamggar adalah penggunaan gas air mata oleh aparat,” imbuhnya.

Diberitakan, insiden tragis pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10), diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di dalam stadion.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Selvi Anggriani
Tim Penulis & Editor
Selvi Anggriani
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!