Mahfud MD Klaim Penggunaan Gas Air Mata Karena Polisi Kewalahan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD mengklaim bahwa penggunaan gas air mata di stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur sebagai upaya penghalauan massa.

Dari informasi awal, Mahfud beralasan bahwa petugas kepolisian sudah kewalahan menghalau massa yang terus merangsek ke lapangan untuk mengejar pemain Persebaya.

“Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan,” kata Mahfud dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Minggu (2/10).

Meskipun dalih untuk menghalau ribuan massa yang merangsek masuk tersebut, Mahfud menjanjikan ini tetap akan menjadi evaluasi pengamanan maupun teknis lain yang mempengaruhi.

“Yang jangka panjang, kita evaluasi dalam peristiwa ini, sesungguhnya di balik ini ada apa,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta membela anak buahnya yang melontarkan gas air mata.

- Advertisement -

Nico menyalahkan suporter Arema telah bertindak anarkis dengan menyerang petugas, merusak stadion, hingga berusaha mencari para pemain dan ofisial Arema FC.

“Oleh karena pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan mengincar para pemain,” kata Nico.

“Dalam prosesnya itu, untuk melakukan upaya-upaya pencegahan sampai dilakukan (penembakan) gas air mata karena sudah anarkis, sudah menyerang petugas, merusak mobil, dan akhirnya kena gas air mata,” tambahnya.

Gas air mata sendiri tidak boleh digunakan untuk meredam massa di dalam pertandingan sepak bola seperti diatur dalam ketentuan FIFA pada Bab III dan Pasal 19 soal Steward di pinggir lapangan.

Namun, setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah para suporter , membuat mereka erhamburan ke satu titik keluar stadion. Saat itulah terjadi penumpukan suporter hingga kekurangan oksigen dan menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU