Bapanas Wajibkan Importir Serap Kedelai Petani Lokal

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengeluarkan kebijakan baru, di mana para importir diwajibkan untuk menyerap kedelai dari petani lokal.

Kebijakan itu dilakukan guna mengupayakan penguatan stok kedelai di dalam negeri. Sehingga dapat menciptakan ekosistem pangan nasional dan menjaga ketersediaan pangan kedelai

Dalam menjalankan kebijakan ini, Bapanas akan menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga terkait, diantaranya Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan termasuk juga BUMN pangan, Bulog, serta pihak swasta.

“Di Indonesia, marketnya sudah ada karena minat konsumsi kedelai, seperti tahu dan tempe, cukup tinggi,” ungkap Arief dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (6/6).

“Saat kedelai harganya baik, bahkan lebih baik dari luar negeri, ini kesempatan kita untuk menanam kedelai. Memang, butuh proses menanam, namun gerakan menanam kedelai ini diamanahkan oleh Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Menurutnya, minat para petani untuk menanam kedelai saat ini masih minim. Mereka lebih senang menanam komoditas pangan lainnya seperti padi dan tebu. Hal ini tak lain karena harga kedelai di tingkat petani masih tergolong rendah.

Diketahui sejak Maret 2022 kemarin, Holding BUMN Pangan atau ID Food melalui PT Sang Hyang Seri sudah mulai melakukan penanaman kedelai di lahan pertaniannya di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Penanaman ini dilakukan dengan menggandeng pihak akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Jaga harga kedelai di tingkat petani dan serap produksinya menjadi pendorong untuk meningkatkan minat menanam kedelai dan penguatan stok kedelai nasional,” ujar Arief.

Saat ini, harga acuan kedelai di tingkat petani berkisar Rp8.500 per kilogram (Kg). Bapanas bersama kementerian terkait akan menyiapkan regulasi baru mengenai harga acuan kedelai, guna memperbarui harga acuan mengikuti perkembangan sarana produksi yang dibutuhkan petani serta dengan melihat situasi perdagangan di pasar global.

Tidak hanya itu, harga acuan kedelai ini juga bertujuan untuk menjamin kepastian harga dan pasar bagi produk petani. Sehingga nantinya, petani bisa mengembangkan produksinya. Hal ini tentu akan mambantu mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!