Jokowi Perintahkan Perketat Mobilitas Masyarakat di Luar Pulau Jawa dan Bali

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Presiden Joko Widodo memerintahkan aparat serta pemerintah daerah untuk melakukan pembatasan mobilitas masyarakat secara ketat di luar pulau Jawa dan Bali.

Hal tersebut dikarenakan kenaikan yang cukup signifikan di saat angka kasus harian di pulau Jawa dan Bali mengalami penurunan.

“Kalau sudah kasusnya gede seperti itu mobilitas masyarakat harus direm. Yang pertama yang paling penting ini gubernur semua harus tahu ini mobilitas masyarakatnya harus direm paling tidak dua minggu,” perintah Jokowi dalam rapat terbatas, Sabtu (7/8).

Perintah itu diserukan Jokowi karena setidaknya lebih dari 5 provinsi di luar Jawa dan Bali seperti Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat, Riau dan juga NTT.

“Ini saya minta kepada Panglima tni ini yang berkaitan dengan testing dan tracing. segera ditemukan siapa orang-orang yang memiliki kasus ini. Merespon secara cepat karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau enggak orang yang dengan kasus positif udah kemana-mana nyebar kemana-mana. segera temukan,” perintahnya kembali.

Selain itu, Jokowi juga perintahkan seluruh anak buah terkait untuk segera menyiapkan lokasi isolasi terpadu di provinsi yang disebutkannya mengalami kenaikan drastis.

- Advertisement -

“Segera bawa mereka, ajak mereka untuk masuk ke isolasi terpusat. Ini tugasnya gubernur bupati walikota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing. Bisa jumlahnya satu, dua bisa sepuluh,” tegasnya.

Lokasi isolasi, lanjut Jokowi, bisa menggunakan dengan cara belajar dari penanganan di pulau Jawa dan Bali. Seperti dari sekolah, Gedung Olahraga, maupun gedung yang bisa dibantu konvensi oleh Kementerian PUPR menjadi RS Darurat Covid-19.

“Saya minta Menteri PU membantu pemerintah daerah menyiapkan isoter ini. Terutama di daerah daerah yang saya sebutkan harus merespon dari angka angka yang ada,” tandasnya.

“Dan juga libatkan IDI, ini terutama dalam penanangan pasien. Ini kalau di Jawa ini lewat telemedicine tapi kalau gak ya lewat telpon pun tidak apa-apa. Ini untuk mengurangi angka kematian yang ada,” tambahnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU