HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kekeringan mulai menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah mencatat 2.200 lokasi telah mendapat penanganan untuk menghadapi dampak kondisi kering yang berpotensi semakin parah akibat fenomena El Nino.
Dari ribuan lokasi tersebut, 1.760 titik sudah selesai ditangani, sementara 440 lokasi masih dalam proses. Penanganan tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih warga, tetapi juga sawah yang terancam kekurangan air hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sejumlah langkah untuk mempertahankan pasokan air ke lahan pertanian.
Total 53.052 hektare sawah mendapat dukungan selama penanganan kekeringan berlangsung.
Di 104 lokasi, air dipompa dari sungai untuk kemudian dialirkan menuju area persawahan. Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran irigasi utama maupun sekunder di 21 lokasi.
Sementara itu, saluran darurat dibangun di tiga lokasi untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air.
Sejumlah langkah teknis lainnya juga diterapkan di lapangan. Mulai dari pemasangan sandbag, pengaturan giliran distribusi air, optimalisasi saluran yang sudah tersedia, sampai pemasangan pipa di 112 lokasi.
Langkah tersebut dilakukan agar sumber air yang tersisa bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin ketika debit mulai menurun.
Menteri PU Dody Hanggodo menilai persoalan air menjadi salah satu tantangan penting yang harus dihadapi pemerintah di tengah perubahan kondisi lingkungan.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, ditulis Rabu (9/9).
14,1 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan petani. Warga di kawasan permukiman juga menghadapi persoalan serupa karena sumber air untuk kebutuhan sehari-hari ikut menurun.
Kementerian PU mencatat penanganan telah dilakukan di 1.677 lokasi permukiman yang terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih menjadi langkah utama. Layanan tersebut menjangkau 1.629 lokasi.
Selain mengirimkan air, pemerintah juga memanfaatkan maupun membangun sumur bor di sembilan lokasi. Sebanyak 39 lokasi lainnya mendapat bentuk penanganan berbeda sesuai kondisi di lapangan.




