Viral! Wagub Kalbar Sebut Bisa Jadi “Papua dan Aceh Berikutnya”, Sindir Ketimpangan di Daerah

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan viral setelah menyinggung potensi Kalbar jadi “Papua dan Aceh berikutnya” akibat ketidakadilan sosial.

Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan soal ketidakadilan sosial mendadak viral di media sosial.

Dalam video yang beredar di X, Krisantus menyinggung kemungkinan Kalbar menjadi “Papua dan Aceh berikutnya” jika persoalan keadilan sosial tak kunjung terwujud.

Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat mengungkapkan keresahannya mengenai kondisi Kalimantan Barat.

Ia meminta pemerintah pusat tidak menganggap remeh persoalan ketimpangan yang terjadi di daerah.

“Membuat satu ancaman, jangan dipikir oleh pemerintah pusat, Kalimantan Barat ini tidak bisa menjadi Papua-Papua dan Aceh berikutnya apabila keadilan sosial tidak terwujud di Republik ini,” ujar Krisantus, dikutip Minggu (23/8/2026).

Potongan video tersebut kemudian menjadi sorotan setelah dibagikan sejumlah pengguna media sosial.

Salah satunya akun X @Murtadha One yang ikut menyoroti pernyataan sang wakil gubernur.

Dalam pernyataannya, Krisantus juga menyoroti besarnya potensi sumber daya dan aktivitas investasi di Kalimantan Barat.

Menurut dia, banyaknya aktivitas ekonomi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

“Nah ini Bapak Ibu kekesalan hati saya, kita mati di lumbung padi,” kata Krisantus.

Ungkapan tersebut menggambarkan keresahan karena daerah memiliki kekayaan sumber daya yang besar, tetapi masyarakat dinilai belum mendapatkan manfaat ekonomi secara optimal.

Krisantus kemudian mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 1.000 investor yang telah masuk ke Kalimantan Barat.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU