HOLOPIS.COM, JAKARTA – Memasuki awal 2026, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menyampaikan pentingnya transformasi TNI Angkatan Udara menuju kekuatan udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul Dan Humanis (AMPUH). TNI AU mesti berdaya gentar di kawasan.
Demikian disampaikan KSAU yang dibacakan Komandan Lanud Halim Perdanakusma Marsma TNI Erwin Sugiandi, dalam Apel Luar Biasa di Lanud Halim Perdanakusma. Apel Luar Biasa itu diikuti seluruh pejabat, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS.
Dalam pesannya, KSAU menjelaskan sepanjang 2025, TNI AU menghadapi berbagai dinamika dan tantangan yang tidak ringan. Namun, melalui profesionalisme, dedikasi, serta upaya perbaikan berkelanjutan, TNI AU mencatat sejumlah capaian strategis.
KSAU juga menyoroti pengesahan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara yang perkuat peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Di tingkat nasional, TNI AU berperan aktif dalam mendukung agenda strategis negara.
“Mulai dari pelaksanaan upacara kenegaraan, program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis, hingga penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera,” demikian keterangan KSAU dikutip dari laman resmi TNI AU, pada Minggu, (4/1/2026).
Pun, dalam operasi kemanusiaan itu, TNI AU mengerahkan 21 alutsista udara, termasuk pesawat angkut bongsor A-400M. Selain itu, matra AU juga mendistribusikan lebih dari 3.568 ton bantuan kemanusiaan. Lalu, menyalurkan 1.000 unit genset dari Kementerian ESDM, serta melibatkan lebih dari 2.500 personel.
Dari berbagai upaya itu, perlihatkan komitmen TNI AU dalam perkuat ketahanan nasional sekaligus memastikan negara hadir saat rakyat membutuhkan uluran tangan.
Kemudian, di kancah internasional, TNI AU juga dipercaya berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan Solidarity Path Operation-2 di Gaza, Palestina. TNI AU juga terus perkuat diplomasi udara melalui berbagai latihan bersama dan kerja sama dengan angkatan udara negara sahabat.
KSAU juga mengapresiasi seluruh prajurit dan PNS TNI AU atas dedikasi yang telah ditorehkan. Menurut KSAU, prioritas tahun 2026 mencakup modernisasi alpalhankam, validasi organisasi, pengembangan peranti lunak. Kemudian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional.



