HOLOPIS.COM, JAKARTA – Timnas Italia tak lolos ke Piala Dunia 2026. Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi ingin kepemimpinan FIGC dirombak.
Hal tersebut disampaikan Abodi usai Timnas Italia dikandaskan Bosnia and Herzegovina di final playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa, dimana Gli Azurri kandas melalui adu penalti pada pertandingan itu.
Situasi itu jadi prestasi yang buruk, sebab Timnas Italia untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal tampil di putaran final Piala Dunia, padahal statusnya sebagai peraih empat trofi juara Piala Dunia.
Menariknya adalah, prestasi Timnas Italia saat ini seiring dengan runtuhnya performa tim-tim mereka yang tanpa wakil di fase gugur Liga Champions 2025/2026. Mengingat, terakhir kali tim Italia juara Si Kuping Besar yakni pada musim 2009/2010, kala itu Inter Milan yang juaranya.
Selain daripada itu juga, kompetisi domestik sedang diterpa masalah besar, dimana sejumlah tim mengalami masalah finansial, sehingga sulit bersaing dengan Liga Inggris maupun Liga Spanyol.
Berkaca atas penampilan Timnas Italia di playoff Piala Dunia 2026 hingga kondisi tim-tim di Liga Italia saat ini, Abodi pun menilai bahwa pimpinan FIGC perlu direformasi.
“Saya berterima kasih atas komitmen yang para pemain tunjukkan, tapi ini bukti sepakbola Italia perlu dibangun ulang, dan proses ini perlu dimulai dari pergantian di posisi kepemimpinnan FIGC,” ucap Abodi, seperti dikutip Holopis.com dari Football Italia.
“Sepakbola adalah olahraga, dan di masa krisis militer serta ekonomi saat ini, seharusnya tak jadi beban yang berlebihan,” tambahnya.
“Di sisi lain, tak dapat dibantah bahwa sepakbola lebih dari sekadar olahraga, terutama di Italia, sepakbola jadi bagian dari budaya populer, ritual komunal dan sumber kebanggaan di level internasional,” tukasnya.
“Saya sedih membayangkan bahwa ada banyak generasi anak-amal dam kaum muda yang belim pernah merasakan sensasi menonton tim nasional bermain di Piala Dunia,” imbuhnya.


