“Dan, kami membutuhkan kecepatan di posisi nomor 7 dan 11 di area sayap. Di level dunia, Anda membutuhkan pemain yang memiliki kecepatan 36 km/jam atau lebih,” tegasnya.
Herdman juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjajaki perekrutan dua pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
Namun, proses tersebut belum berjalan tanpa hambatan.
“Ada dua pemain diaspora yang sedang saya coba rekrut, dengan profil dan karakter yang dinamis, namun ada sejumlah tantangan dalam memprosesnya,” ungkap Herdman.
Pelatih tersebut belum mengungkap identitas kedua pemain maupun menjelaskan secara terperinci kendala yang dihadapi dalam proses pendekatan.
Situasi ini memunculkan spekulasi di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.
Sejumlah nama pemain keturunan, termasuk Julian Oerip dan Demiane Agustien, mulai dikaitkan dengan kebutuhan skuad Garuda.
Meski demikian, nama-nama tersebut belum dapat dipastikan sebagai pemain yang sedang diburu Herdman.
Hingga ada pengumuman resmi dari PSSI atau tim pelatih, identitas dua calon pemain diaspora itu masih menjadi tanda tanya.
Jika perekrutan berhasil, persaingan di sektor sayap Timnas Indonesia berpotensi semakin ketat.
Saat ini, Garuda memiliki sejumlah pemain yang dapat mengisi posisi tersebut, termasuk Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Egy Maulana Vikri.
Kehadiran pemain baru bukan berarti otomatis menggusur nama-nama yang sudah ada.
Herdman tampaknya ingin membangun persaingan berdasarkan kebutuhan taktik, karakter permainan, dan kemampuan setiap pemain menjalankan instruksi di lapangan.



