HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manajemen Persija Jakarta mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.
Persija meminta insiden yang menyebabkan kerusakan kendaraan dan membahayakan keselamatan pemain serta ofisial tersebut diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum.
Pernyataan resmi itu disampaikan manajemen Persija melalui official statement yang dirilis pada Senin (12/10/2026). Persija menyampaikan keprihatinan atas tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum suporter Persija tersebut. Sembari mereka menegaskan bahwa rivalitas sepak bola tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerang pihak lain.
“Persija mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) malam. Persija sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi para pemain serta ofisial tim,” demikian pernyataan resmi Persija.
Manajemen Persija juga menyampaikan empati kepada seluruh korban, terutama mereka yang mengalami kekerasan fisik akibat insiden tersebut.
“Persija menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya mereka yang mengalami kekerasan fisik. Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut,” ujarnya.
Persija Tegaskan Rivalitas Bukan Alasannuntuk Melakukan Kekerasan
Dalam pernyataannya, Persija menegaskan tidak ada pembenaran bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan yang dilakukan dengan dalih rivalitas sepak bola.
“Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia,” tegas mereka.
Persija juga menolak segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan identitas atau kelompok pendukung klub tertentu.
“Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola,” tutur official Persija.
Manajemen Persija menilai keselamatan pemain muda dan ofisial harus menjadi perhatian bersama. Tindakan kekerasan di luar lapangan dinilai tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencederai nilai sportivitas dan persaudaraan yang seharusnya dijunjung dalam sepak bola Indonesia.
Minta Insiden Diusut Tuntas



