Ia menilai mantan calon presiden pada Pilpres 2024 tersebut cocok menduduki posisi Menteri Pendidikan.
“Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok,” kata Syahganda dalam tayangan kanal YouTube Total Politik, Minggu (11/10/2026).
Syahganda berpandangan bahwa perbedaan dan persaingan politik pada Pilpres 2024 tidak seharusnya menjadi penghalang bagi tokoh-tokoh nasional untuk bekerja sama demi kepentingan bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa Anies dan Prabowo memiliki riwayat keterkaitan politik, terutama saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
Menurut Syahganda, pengalaman tersebut menjadi bagian dari alasan mengapa Anies dinilai layak mempertimbangkan tawaran pengabdian di pemerintahan.
Syahganda turut mencontohkan langkah Prabowo yang bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan setelah bersaing dalam Pilpres 2014 dan 2019.
Baginya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa rivalitas politik dapat diikuti dengan kerja sama pemerintahan.
Perbedaan pernyataan Syahganda dan Geisz kini menjadi perhatian.
Syahganda mendorong Anies menerima peluang menjadi Menteri Pendidikan, sedangkan Geisz mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyarankan Anies menolak posisi Menteri Luar Negeri yang, menurut klaimnya, sempat ditawarkan pada awal pemerintahan Prabowo.
Hingga informasi yang tersedia dalam pemberitaan tersebut, belum ada keterangan langsung dari Anies Baswedan yang mengonfirmasi klaim mengenai tawaran jabatan Menteri Luar Negeri maupun sikapnya terhadap usulan menjadi Menteri Pendidikan.



