Smart Board Bantu Siswa Tunanetra Belajar Mandiri, Guru: Luar Biasa

0 Shares

JAKARTA – Inovasi teknologi kembali mewarnai dunia pendidikan inklusif. Kehadiran Smart Board atau papan interaktif digital IFP di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta menjadi angin segar bagi siswa tunanetra.

Tidak hanya memudahkan peserta didik, teknologi ini juga membantu guru dalam memantau sekaligus mendampingi proses belajar mengajar.

Fahmi Budiansyah, guru SLB-A yang bertanggung jawab mengoperasikan Smart Board, mengaku terkesan dengan aksesibilitas perangkat tersebut. Menurutnya, sistem bawaan Smart Board sudah dilengkapi dengan fitur sensitivitas khusus, termasuk top-bed yang memungkinkan siswa tunanetra berinteraksi secara langsung.

“Awalnya saya coba-coba sendiri, ternyata sistemnya mirip Android. Ada screen reader atau pembaca layar, jadi anak-anak bisa langsung mengakses,” jelas Fahmi saat ditemui pekan ini.

Smart Board digunakan dalam berbagai aktivitas belajar, mulai dari kuis, pencarian materi berbasis video dan audio, hingga screen share. Fitur ini memungkinkan layar perangkat siswa ditampilkan langsung di papan, sehingga guru lebih mudah melakukan monitoring.

Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Meski awalnya ragu, mereka kini bisa membuka aplikasi seperti YouTube secara mandiri melalui Smart Board.

“Papannya menghasilkan visual sekaligus audio, jadi anak-anak tunanetra tetap bisa menggunakannya,” tambah Fahmi.

Salah satu pengalaman berkesan dialami seorang siswa bernama Gres. Ketika laptop pribadinya rusak dan layarnya mati, perangkat tersebut tetap bisa digunakan setelah dihubungkan ke Smart Board.

“Permasalahan Gres bisa terselesaikan berkat papan interaktif itu,” ujar Fahmi.

Tak lupa, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menghadirkan fasilitas modern di sekolah luar biasa. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap aksesibilitas pendidikan menjadi kunci kemajuan bangsa.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo karena sudah peduli pada anak-anak berkebutuhan khusus. Negara maju itu pasti memperhatikan aksesibilitas, salah satunya dalam pendidikan,” katanya.

Ke depan, Fahmi berharap setiap jenjang di SLB-A mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB bisa mendapatkan fasilitas serupa. Dengan begitu, seluruh siswa disabilitas dapat menikmati pembelajaran yang lebih inklusif, modern, dan mudah diakses.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU