HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sara Wijayanto dan Demian Aditya membantah isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kehadiran orang ketiga sebagai penyebab perceraian mereka. Bantahan tersebut disampaikan setelah majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan mengabulkan gugatan cerai Sara terhadap Demian secara verstek pada Kamis (8/10).
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube @sarawijayanto pada hari yang sama, Demian menegaskan bahwa keputusan mereka untuk berpisah bukan disebabkan oleh KDRT maupun kehadiran orang ketiga. Ia menyebut keduanya telah sepakat untuk menjalani kehidupan masing-masing.
“Intinya, dengan perpisahan kita itu, tidak ada yang namanya KDRT, tidak ada orang ketiga. Kami berdua memutuskan untuk berjalan masing-masing,” kata Demian, dikutip Holopis.com, Jumat (9/10).
Demian mengakui bahwa keputusan berpisah bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Ia menjelaskan bahwa video tersebut sengaja dibuat agar para penggemar mereka, yang dikenal sebagai Saraddicts, mendapatkan informasi langsung dari keduanya di tengah beredarnya berbagai kabar miring mengenai rumah tangga mereka.
“Ini sebenarnya bukan keputusan yang gampang karena kita sudah berapa kali mencoba, tapi intinya akhirnya kita sepakat untuk berjalan masing-masing. Dan ini (video) sengaja dibuat tujuannya biar Saraddicts, mungkin kalau misalnya mendengar berita di luar seperti apa, setidaknya kita sebagai keluarga ada komunikasi ke Saraddicts bahwa informasi sebenarnya itu datang dari kita,” ujar Demian.
Sementara itu, Sara menegaskan bahwa perpisahan tidak akan menghapus rasa cinta dan penghargaan di antara mereka. Ia mengatakan bahwa keduanya akan tetap saling menyayangi dalam bentuk hubungan yang berbeda dan tetap menjadi sebuah keluarga.
“Sebenarnya di antara aku sama Pak Dem, kita akan tetap saling mencintai, menghargai, tapi dalam bentuk yang lain. Karena tetap walau bagaimanapun, kita semua ini akan tetap menjadi sebuah unit keluarga,” tutur Sara.
Isu Perselingkuhan Sempat Beredar Sebelum Gugatan Cerai
Sebelum kabar perceraian mereka mencuat, Sara dan Demian sempat menjadi sorotan setelah muncul isu dugaan perselingkuhan pada Agustus 2026. Sara kala itu menanggapi kabar tersebut melalui akun Threads pribadinya dan menyebut tuduhan perselingkuhan yang beredar sebagai fitnah dan hoaks.
Perhatian publik terhadap isu tersebut kembali meningkat setelah Sara mengajukan gugatan cerai terhadap Demian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 8 September 2026. Perkara itu terdaftar dengan nomor 3594/2026, dengan sidang perdana digelar pada 24 September 2026.
Saat itu, alasan di balik gugatan cerai Sara belum dijelaskan secara terbuka oleh keduanya. Berbagai spekulasi pun bermunculan di tengah minimnya informasi mengenai persoalan rumah tangga mereka.
Namun, melalui video yang diunggah pada 8 Oktober 2026, Sara dan Demian akhirnya memberikan klarifikasi dengan membantah adanya KDRT maupun orang ketiga sebagai penyebab perpisahan mereka.
Tetap Menjadi Keluarga dan Bekerja Sama
Meski memutuskan berpisah sebagai pasangan suami istri, Sara dan Demian menegaskan akan tetap menjaga hubungan baik. Keduanya sepakat mempertahankan ikatan keluarga meskipun nantinya menjalani kehidupan masing-masing.
Sara juga menegaskan bahwa perpisahan tersebut tidak membuat dirinya dan Demian harus bermusuhan. Ia memastikan keduanya akan tetap saling menyayangi dan menghormati sebagai keluarga.
“Iya, jadi sekali lagi, aku dan Pak Dem akan tetap sebagai sebuah keluarga dalam bentuk lain. Kita akan tetap saling menyayangi dan menghormati sebagai keluarga. Perpisahannya juga bukan berarti harus bermusuhan, kita semua berhubungan dengan baik,” pungkas Sara.
Di sisi lain, Demian menyampaikan bahwa keduanya masih akan bekerja sama dalam sejumlah kegiatan profesional, termasuk melalui kanal YouTube Diary Misteri Sara (DMS) dan Horrotainment.



