HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Target ini terbilang ambisius, mengingat pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di kisaran 5 persen. Pada 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja. Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya beli agar roda ekonomi berputar lebih cepat.
Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan yang dirancang bukan sekadar program jangka pendek, melainkan langkah besar yang berdampak luas terhadap ekonomi nasional.
Program Makan Bergizi Gratis Serap Jutaan Tenaga Kerja
Salah satu program unggulan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bukan hanya untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap dapur diperkirakan mempekerjakan 50 orang, sehingga total tenaga kerja yang terserap mencapai 1,5 juta orang.
Tak hanya itu, setiap dapur juga akan melibatkan banyak pemasok bahan makanan seperti telur, daging, dan sayuran. Dari rantai pasok ini, jutaan lapangan kerja tambahan diperkirakan ikut tercipta.
Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Baru
Program lain yang disiapkan adalah Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
Setiap koperasi diperkirakan mempekerjakan sekitar 18 orang, sehingga total potensi lapangan kerja yang tercipta mencapai 1,4 juta orang. Selain itu, koperasi ini juga akan memperpendek rantai distribusi barang dan membantu pemasaran hasil pertanian masyarakat desa.
Di sektor kelautan, pemerintah juga mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui fasilitas dan sistem yang lebih modern.
Program 3 Juta Rumah Picu Efek Ekonomi Besar
Sektor perumahan juga menjadi andalan. Program pembangunan 3 juta rumah diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar.
Untuk tahap awal, pembangunan 1 juta rumah saja bisa menyerap hingga 5 juta tenaga kerja. Selain itu, program ini juga menciptakan efek berantai ke berbagai industri pendukung seperti bahan bangunan, listrik, dan utilitas lainnya.
Renovasi Sekolah Tingkatkan Kualitas SDM
Di bidang pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dalam lima tahun. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Selain renovasi, digitalisasi pembelajaran juga dilakukan melalui distribusi perangkat interaktif di sekolah. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Prabowo optimistis seluruh program tersebut akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Ia pun meminta waktu kepada masyarakat untuk membuktikan target ekonomi 8 persen bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan.



