HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan diperkirakan akan mengumumkan langkah tersebut pada Senin (22/6).
Laporan yang dimuat di salah satu media asing pada Sabtu menyebut Starmer telah menyimpulkan bahwa posisinya sebagai pemimpin Partai Buruh dan kepala pemerintahan tidak lagi dapat dipertahankan setelah melakukan serangkaian pembicaraan dengan menteri kabinet, penasihat, donor partai, hingga pemimpin serikat pekerja.
Dikutip Holopis.com, Minggu (21/6), menurut laporan tersebut, Starmer masih mendiskusikan keputusan itu bersama istrinya di kediaman resmi Chequers sebelum mengambil keputusan final. Meski demikian, sejumlah tokoh senior Partai Buruh disebut memperkirakan akan ada pernyataan yang jelas mengenai masa depan politik Starmer paling cepat pada Senin mendatang.
Kabar tersebut muncul setelah rival politiknya berhasil meraih kemenangan penting dalam pemilihan sela di wilayah barat laut Inggris, yang dinilai semakin meningkatkan tekanan terhadap kepemimpinan Starmer.
Namun, hingga saat ini Starmer belum secara terbuka menyatakan akan mundur. Bahkan pada Jumat (20/6), ia kembali menegaskan kesiapannya untuk menghadapi siapa pun yang ingin menantangnya dalam perebutan kursi pemimpin Partai Buruh.
“Jika ada kontestasi, maka ya, saya akan maju. Saya akan bertarung. Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya tidak akan meninggalkan ini begitu saja,” kata Starmer kepada wartawan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Andy Burnham berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan sela yang digelar di salah satu daerah pemilihan di barat laut Inggris.




