Pendapatan Negara Disorot Fitch, Menkeu Purbaya Klaim Sudah Benahi Sektor Pajak dan Bea Cukai

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah pembenahan di sektor penerimaan negara dengan merombak jajaran pejabat di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kebijakan ini diambil setelah lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menyoroti potensi risiko pada pendapatan negara dalam laporan terbarunya terkait prospek utang Indonesia.

Purbaya menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat kinerja penerimaan negara guna menjaga stabilitas fiskal dan memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional tetap tercapai.

“Salah satu konsep mereka adalah pendapatan pajak, bea cukai yang lain-lain katanya berisiko karena tahun-tahun lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tapi kita pastikan ini akan membaik kan ini. Saya sudah mengocok ulang-ulang orang-orang pajak, bea cukai juga sama,” kata Purbaya, Dikutip Holopis.com, Jumat (6/3/2026).

Sorotan dari Fitch muncul di tengah peningkatan belanja negara yang cukup signifikan pada awal tahun ini. Hingga Februari 2026, belanja negara tercatat melonjak 41,9 persen menjadi Rp493,8 triliun untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kinerja penerimaan negara tetap menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh sebesar 30,4 persen.

- Advertisement -

Menurutnya, langkah pembenahan di lingkungan otoritas pajak dan bea cukai dilakukan untuk memastikan optimalisasi penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi global.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga disiplin fiskal agar tetap berada dalam batas aman. Hingga saat ini, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada di level 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang sebesar 3 persen.

Di sisi lain, Purbaya juga menilai bahwa persepsi pasar global terhadap kebijakan ekonomi Indonesia masih perlu diperkuat melalui komunikasi yang lebih intensif.

Untuk itu, ia berencana menghadiri pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Washington DC, Amerika Serikat pada April 2026 mendatang.

Kunjungan tersebut akan dimanfaatkan untuk menjelaskan arah kebijakan fiskal Indonesia sekaligus membangun kembali kepercayaan pasar global terhadap fundamental ekonomi nasional.

Purbaya pun optimistis bahwa dengan penguatan penerimaan negara serta komunikasi yang lebih aktif dengan investor global, prospek ekonomi Indonesia tetap berada di jalur yang positif.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai kisaran 5,5 hingga 6 persen dalam periode mendatang.

“Kalau hitungan kita, sepertinya kita tumbuh 5,5 sampai 6 persen. Mudah-mudahan lebih cepat dari 5,5. Signifikannya ada 5,5. Itu secara otomatis akan palingnya membuat impresi awal bahwa di sini pertumbuhannya berkesinambungan,” tutur Purbaya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU