“Persiapan telah dilakukan semaksimal mungkin. Kami membawa kombinasi atlet senior dan junior yang diharapkan mampu membuka peluang medali. Kami tidak ingin terburu-buru menetapkan target angka, namun peluang itu selalu ada, terutama dari panjat tebing yang memiliki rekam jejak kuat,” kata CdM Bayu, sapaan karib Krisna Bayu.
Sementara itu, Ketua Umum PB FPTI, Yenny Wahid yang turut hadir menegaskan pentingnya keikutsertaan dalam ajang internasional sebagai bagian dari pembinaan atlet. Ia juga menjelaskan bahwa komposisi tim panjat tebing yang berangkat ke Asian Beach Games Sanya 2026 merupakan perpaduan atlet berpengalaman dan generasi muda.
“Setiap ajang internasional memiliki nilai strategis, baik untuk peningkatan kemampuan teknis maupun mental bertanding. Kami mengapresiasi dukungan NOC Indonesia dan Kemenpora yang terus membuka kesempatan bagi atlet untuk tampil di level dunia,” ungkap Yenny.
“Beberapa atlet dunia kembali diturunkan, dikombinasikan dengan atlet muda yang sedang naik daun. Ini bagian dari regenerasi sekaligus penguatan tim. Yang membanggakan adalah semangat mereka untuk bangkit dan terus berprestasi demi Indonesia,” tutupnya.



