Dalam kepercayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, para suanggi diyakini memiliki istana megah yang tersembunyi. Menurut orang-orang yang memiliki kemampuan mata terang, istana tersebut biasanya berada di tempat angker seperti di bawah pohon beringin rimbun, area pemakaman, atau sekitar mata air. Istana suanggi terdiri dari beberapa bagian: bagian depan sebagai tempat berkumpul, bagian tengah tempat raja memimpin pertemuan, dan bagian belakang yang digunakan untuk menyantap daging mentah manusia yang baru meninggal. Daging tersebut dimakan bersama-sama oleh para suanggi untuk memperkuat kekuatan ilmu hitam mereka.
Cerita soal Suanggi di Indonesia Timur bahkan hingga kini masih melekat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang terisolasi fenomena modern bahkan mampu dengan gamblang menyebut atau bahkan membicarakan orang yang mereka curigai sebagai suanggi.




