Setiap menara dirancang memiliki 24 lantai, dengan total kapasitas mencapai 3.784 unit hunian.
Pembangunan dibagi menjadi dua kawasan, yakni Blok G dan Blok F. Blok G terdiri atas tiga menara dengan total 1.276 unit, sedangkan Blok F mencakup lima menara dengan kapasitas 2.508 unit.
Rinciannya, Blok G terdiri dari Tower A sebanyak 352 unit, Tower B 418 unit, dan Tower C sebanyak 506 unit.
Sementara Blok F terdiri dari Tower 1 dan Tower 2 yang masing-masing memiliki 572 unit. Kemudian Tower 3 dan Tower 5 masing-masing menyediakan 528 unit, sedangkan Tower 4 memiliki 308 unit.
Hunian yang disiapkan memiliki sejumlah pilihan tipe untuk menyesuaikan kebutuhan calon penghuni.
Pilihan tersebut mencakup tipe studio dengan luas 28 meter persegi, tipe 36 dan tipe 45 yang dilengkapi dua kamar tidur, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur.
Variasi tipe hunian tersebut diharapkan dapat mengakomodasi masyarakat dengan kondisi dan jumlah anggota keluarga yang berbeda.
Selain menyediakan hunian di lokasi strategis, pengembang juga menerapkan proses seleksi terhadap calon pembeli. Verifikasi dokumen dilakukan untuk memastikan unit subsidi tidak salah sasaran.
Mekanisme tersebut sekaligus ditujukan untuk mencegah praktik spekulasi properti, sehingga hunian tetap dimanfaatkan sesuai tujuan awal pembangunan, yakni menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan pembangunan hunian vertikal di Manggarai, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap rumah layak tanpa harus tersingkir jauh dari pusat aktivitas ekonomi Jakarta.



