HOLOPIS.COM, JAKARTA – LRT Jakarta kini memiliki jalur sepanjang 12,2 kilometer setelah layanan diperpanjang hingga Stasiun Manggarai. Perluasan rute tersebut diikuti proyeksi peningkatan jumlah pengguna hingga sekitar 80.000 penumpang per hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan proyeksi jumlah pengguna LRT Jakarta setelah rute Kelapa Gading hingga Manggarai beroperasi penuh. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penumpang akan berlangsung secara bertahap seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan tersebut.
“Setelah lintas Kelapa Gading-Manggarai beroperasi penuh, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 60.000 orang per hari pada tahap awal dan meningkat hingga sekitar 80.000 penumpang per hari dalam kondisi normal,” ujar Pramono dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (17/9).
Salah satu upaya pemerintah untuk mencapai proyeksi jumlah penumpang tersebut ialah memperkuat konektivitas LRT dengan berbagai moda transportasi lain. Stasiun Manggarai direncanakan akan menjadi titik pertemuan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terhubung dengan Halte Transjakarta, KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara.
Pramono mengatakan keberadaan jaringan transportasi yang saling terhubung dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Ia juga menyinggung penyelesaian jaringan MRT yang menghubungkan kawasan barat dan timur Jakarta.
“Kalau ini sudah terkoneksi, hampir semua terkoneksi, kecuali mungkin penyelesaian untuk MRT dari barat ke timur. Dan kalau itu sudah dilakukan, saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan,” kata Pramono.
Pengembangan jaringan LRT juga disiapkan untuk memperluas konektivitas tersebut. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalur Manggarai-Dukuh Atas sepanjang sekitar 2,4 kilometer dimulai pada 2027 dan rampung pada 2028.
Dari sisi fasilitas, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin mengatakan pengembangan layanan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kenyamanan pengguna.
“Target kami adalah memberikan fasilitas modern yang nyaman sehingga itu bisa mengubah budaya. Jadi tidak hanya membangun infrastrukturnya, tetapi membangun masyarakatnya, perilakunya juga akan berubah karena mereka menikmati dan nyaman,” kata Iwan.
Jakpro juga berkoordinasi dengan PT KAI untuk menyiapkan koneksi langsung antara LRT dan KRL di kawasan Manggarai. Skema tersebut memungkinkan perpindahan penumpang antarmoda tanpa harus turun ke area bawah.
“Orang, penduduk, warga, atau penumpang dari KRL pindah ke LRT, LRT ke KRL, itu tidak perlu turun ke bawah, bisa langsung terkoneksi dengan KAI. Jadi mobilisasinya akan lebih nyaman nantinya,” ujarnya.
Pada masa awal pengoperasian rute Kelapa Gading-Manggarai, LRT Jakarta menerapkan tarif khusus Rp8 selama periode sosialisasi pada 16 sampai 23 September 2026. Tarif tersebut menjadi bagian dari pengenalan layanan baru kepada masyarakat setelah perpanjangan rute hingga Stasiun Manggarai.
Layanan LRT Jakarta pada rute tersebut direncanakan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas sekitar 275 penumpang.



