HOLOPIS.COM, JAKARTA – Serangan dan pertempuran sengit masih terus berlangsung di Gaza. Pertempuran itu dilaporkan merupakan yang paling berdarah yang pernah terjadi di Gaza, Palestina.
Saat ini, lebih dari 18.200 warga Palestina meninggal dunia, dan 104 tentara Israel dilaporkan meninggal. Keadaan genting ini pun semakin meningkatkan krisis kemanusiaan yang membuat khawatir banyak pihak internasional.
Dijelaskan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra, selain belasan ribu korban jiwa, 49.645 lainnya mengalami luka luka.
“49.645 lainnya juga terluka dalam serangan tersebut. 22 rumah sakit dan 46 pusat perawatan primer terpaksa tidak beroperasi karena pemboman Israel,” demikian pernyataannya.
Tak hanya warga sipil, Gaza juga harus banyak kehilangan tenaga medisnya akibat serangan Israel.
“Setidaknya 296 petugas medis juga tewas dalam serangan Israel sejak 7 Oktober,” demikian disampaikan al-Qudra.
Israel dan Hamas Saling Serang
Pertikaian semakin panas dengan dua pihak terus melancarkan serangan. Kelompok Hamas mengatakan mereka meledakkan sebuah rumah di mana Israel sedang mencari terowongan yang diklaim tempat Hamas bersembunyi.
Mereka juga menembakkan roket yang menghantam Holon do tepi Tel Aviv, dan melukai seorang warga sipil, serta merusak jalanan di sana.
Israel Klaim Sudah Berikan Peringatan Sebelum Bombardir Gaza
Sebelumnya, Israel mengklaim telah mendesak warga sipil untuk segera mencari perlindungan ke bagian selatan wilayah tersebut, namun pasukan Israel disebutkan malah terus menyerang semua bagian di wilayah itu.
Seorang warga sipil bernama Umm Mohammed al-Jabri mengatakan ia kehilangan tujuh anak akibat serangan udara yang dilancarkan Israel. Ia pun tinggal memiliki 4 anak lagi yang selamat.
“Saya punya empat anak lagi. Tadi malam mereka mengebom rumah tempat kami berada, dan menghancurkannya. Mereka bilang Rafah adalah tempat yang aman, tidak ada tempat yang aman,” ujarnya kepada awak media di sana.



