Panggung bukan sekadar tempat artis bernyanyi atau penari bergerak, melainkan ruang untuk menyampaikan gagasan mengenai seni dan budaya Indonesia.
Dari sinilah proses pembinaan seniman menjadi bagian penting.
Para anggota Swara Maharddhika mendapatkan pengalaman tampil dalam pertunjukan besar sekaligus belajar mengenai disiplin panggung.
Perjalanan Swara Maharddhika dan GSP akhirnya melampaui satu generasi.
Nama-nama yang pernah berada di dalam lingkungan tersebut kemudian menyebar ke berbagai bidang industri hiburan.
Ada yang menjadi penyanyi, penari, koreografer, model, aktor hingga tokoh di bidang lainnya.
Gagasan Guruh tentang seni juga tak berhenti pada Swara Maharddhika.
Sebelumnya, ia telah dikenal melalui proyek musik Guruh Gipsy, yang mempertemukan musik rock progresif Barat dengan gamelan Bali.
Sementara melalui kelompok kesenian, Guruh memperluas eksplorasi tersebut ke panggung pertunjukan dengan menggabungkan berbagai unsur seni tradisional dan modern.
Kini, setelah Guruh Soekarnoputra berpulang pada usia 73 tahun, perjalanan panjang tersebut kembali menjadi perhatian.
Warisan Guruh bukan hanya berupa lagu, komposisi musik, tari, atau pagelaran.
Ada pula generasi seniman yang pernah tumbuh di lingkungan kesenian yang ia bangun.
Nama Titi DJ, Denny Malik, Memes, Marissa Haque, dan Soraya Haque menjadi bagian dari cerita panjang tersebut.



