Karena kendala tersebut, ia mencoba melakukan upaya persuasif dengan menghubungi Hyundai Care. Juju pun diarahkan untuk ke Voltron saja, namun sampai tengah malam pun fast charging di mobil Hyundai Ioniq 5 miliknya pun tak kunjung bisa berfungsi.
Ingin Penyelesaian Masalah, Justru Dimarahin Sales
Puncaknya adalah ketika Juju meminta pertanggungjawaban dari pihak Hyundai. Sayangnya, yang ia dapat justru malah kena marah balik dari pihak Supervisor Hyundai Fatmawati berinisial WM.
Menurut WM, sales tidak bisa serta merta disalahkan atas kerugian yang dirasakan oleh Juju sebagai customer.
“Sejago-jagonya sales product knowladge, ada nggak di luar sana yang menjelaskan sampai sedetail itu. Tugas sales adalah mempraktikkan fiturnya,” kata WM saat melakukan audiensi dengan Juju.
Bagi Juju, penjelasan itu tidak bisa dibenarkan. Sebab sales harus mampu menjelaskan secara detail dan jujur terhadap produk yang sedang dijual. Sementara dirinya sudah menyampaikan jika kebutuhan utama dari tujuan pembelian unit Hyundai Ioniq 5 tersebut adalah parkir paralel. Faktanya dari authorize Hyundai malah tidak menyarankan parkir paralel.
“Mbak, tau nggak mbak kenapa saya mengambil mobil ini ? Kenapa saya butuh mobil ini ?. Kenapa mbak nggak bilang nggak disaranin parkir paralel ?. Karena mbaknya nggak tau!,” ketus Juju.
@makanlurr Replying to @Rizka YR ♬ original sound – Aa’ Juju
Hingga berita ini diturunkan, Holopis belum mendapatkan update dari kelanjutan polemik tersebut. Bahkan belum juga ada keterangan resmi dari pihak Hyundai Motor Indonesia.



