JAKARTA — Advokat sekaligus aktivis Syarikat Islam (SI), Gurun Arisastra, meminta Polda Metro Jaya tetap memanggil dan memeriksa Hercules Rosario de Marshall bersama massa Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang disebut turun ke jalan saat kerusuhan pada 27 Agustus 2026.
Pernyataan itu disampaikan Gurun dalam wawancara dengan Holopis.com, merespons pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang meminta masyarakat maupun netizen tidak sembarangan menuduh GRIB Jaya terkait kerusuhan tersebut.
Menurut Gurun, beredarnya video yang memperlihatkan Hercules bersama massa turun ke jalan, ditambah adanya klarifikasi dan pengakuan dari Sekretaris Jenderal GRIB Jaya Zulfikar mengenai keberadaan mereka di lapangan, menjadi bagian penting yang perlu didalami aparat penegak hukum.
“Video beredar Hercules turun ke jalan bersama massanya, sudah ada klarifikasi juga pengakuan dari Sekjen GRIB Jaya Zulfikar, mereka turun ke jalan dengan rombongan truk dan membawa bambu. Artinya keterangan mereka dan video yang beredar tentu menjadi fakta hukum,” kata Gurun kepada Holopis.com melalui pesan instan, Jumat (4/9/2026) dini hari.
Ia menilai keberadaan video tersebut tidak semestinya diabaikan dalam proses penyelidikan. Terlebih, Gurun menyoroti tindakan pengusiran yang dalam video disebut dilakukan dengan menggunakan bambu.
Menurutnya, penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan di tengah situasi yang sudah tegang justru berpotensi memperbesar eskalasi kerusuhan.
“Kemudian, apa yang dilakukan mereka berdasarkan video yang beredar, mengusir dengan cara memukul dengan bambu tentu ini justru berpotensi menciptakan dinamika kerusuhan di lapangan,” ujarnya.
Gurun menegaskan, penyelesaian persoalan di tengah kerumunan dengan cara kekerasan dapat memicu tindakan kekerasan lainnya.
“Penyelesaian dengan cara kekerasan tentu memicu juga terjadinya kekerasan,” sambungnya.
Masyarakat Wajar Tuduh GRIB Jaya
Gurun juga menanggapi imbauan agar masyarakat tidak menuduh GRIB Jaya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan.
Ia mengatakan masyarakat tidak serta-merta menuduh organisasi tersebut tanpa dasar. Menurutnya, penilaian publik muncul berdasarkan sejumlah petunjuk yang beredar dan dapat dilihat secara terbuka.
“Masyarakat tidak menuduh GRIB, tentu masyarakat memberikan penilaian atas dasar petunjuk,” kata Gurun.
Baca juga : Hendardi Puji Kinerja Polri Jaga Demonstrasi
Ia kembali menyinggung video yang memperlihatkan Hercules bersama massa turun ke jalan dengan membawa bambu sebagai salah satu petunjuk yang menurutnya wajar menjadi bahan penilaian masyarakat.
“Seperti kita ketahui bersama video Hercules bersama massanya turun ke jalan dengan bambu, itu merupakan petunjuk atau dasar penilaian masyarakat,” ujarnya.




