Gen Z Lebih Suka Rebahan alias Bed Rotting, Psikolog Ungkap Efek Mengejutkan di Otak!

42 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM –– Tren bed rotting viral di kalangan Gen Z, kebiasaan rebahan seharian ini disebut psikolog bisa berdampak mengejutkan pada kesehatan otak.

Tren baru kembali viral di media sosial TikTok.

Kali ini, istilah “bed rotting” atau kebiasaan rebahan seharian di tempat tidur tanpa aktivitas produktif tengah ramai dilakukan Generasi Z.

Meski terlihat seperti bentuk self-care, para psikolog mengingatkan adanya dampak serius yang bisa terjadi pada kesehatan mental hingga fungsi otak jika dilakukan berlebihan.

Fenomena ini bukan sekadar tidur, melainkan aktivitas berlama-lama di kasur sambil melakukan hal pasif seperti scroll media sosial, menonton video, hingga makan tanpa benar-benar beranjak dari tempat tidur.

Tren ini banyak dilakukan anak muda yang merasa lelah dengan tekanan sekolah, pekerjaan, hingga kehidupan sosial.

Bagi sebagian Gen Z, “bed rotting” dianggap sebagai cara untuk “kabur sementara” dari tuntutan hidup yang terasa semakin berat.

Data dari American Academy of Sleep Medicine (AASM) menunjukkan bahwa tren ini paling banyak dilakukan oleh Gen Z.

Lebih dari setengah responden muda mengaku pernah mencoba “bed rotting”, dan sebagian bahkan menjadikannya kebiasaan rutin.

Fenomena ini memperlihatkan adanya perubahan cara generasi muda menghadapi stres, di mana istirahat ekstrem dianggap lebih mudah dibanding menghadapi tekanan langsung.

Psikolog klinis Nicole Hollingshead menjelaskan, fenomena ini muncul karena adanya kebutuhan untuk berhenti sejenak dari budaya yang menuntut orang selalu produktif.

Menurutnya, banyak orang kini merasa bersalah ketika tidak melakukan apa-apa, sehingga berdiam di tempat tidur justru terasa seperti bentuk kebebasan.

“Masyarakat terlalu menekankan bahwa kita harus selalu sibuk dan produktif,” ujar Hollingshead dalam Health.

Sementara itu, Psikolog Courtney DeAngelis dari NewYork-Presbyterian menyebutkan bahwa dalam dosis kecil, beristirahat total di tempat tidur memang bisa memberikan efek menenangkan.

Aktivitas ini dapat membantu meredakan stres, kelelahan fisik, dan tekanan emosional yang menumpuk.

Namun, ia menegaskan bahwa “bed rotting” bukanlah solusi jangka panjang untuk kesehatan mental.

Jika dilakukan sesekali, tubuh memang bisa mendapatkan reset singkat. Tetapi jika menjadi kebiasaan, dampaknya justru bisa berbalik arah.

Dampak Otak

Para ahli kesehatan mental mengingatkan bahwa kebiasaan terlalu lama di tempat tidur dapat mengganggu cara kerja otak dalam membangun rutinitas tidur yang sehat.

Otak manusia secara alami perlu mengasosiasikan tempat tidur hanya untuk tidur dan istirahat.

Namun ketika tempat tidur juga digunakan untuk scrolling media sosial, menonton konten, hingga beraktivitas berjam-jam, otak menjadi “bingung”.

Akibatnya, ritme tidur bisa terganggu dan risiko insomnia meningkat.

Selain itu, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi sistem motivasi di otak.

Aktivitas pasif berkepanjangan membuat tubuh kurang terstimulasi untuk bergerak, yang pada akhirnya bisa menurunkan energi, produktivitas, hingga suasana hati.

Yang lebih mengkhawatirkan, para ahli menilai “bed rotting” bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Psikiater Ryan Sultan dari Columbia University menyebut, jika seseorang terlalu sering menghabiskan waktu berhari-hari di tempat tidur tanpa alasan jelas, kondisi tersebut patut diwaspadai.

Jika kebiasaan ini berubah menjadi pola hidup, bisa jadi itu merupakan indikasi awal depresi atau gangguan mental lain.

“Jika sudah menjadi kebiasaan, itu bisa menandakan adanya masalah kesehatan mental yang lebih dalam,” ujarnya.

Para ahli menegaskan bahwa istirahat tetap penting, termasuk berdiam diri untuk memulihkan energi.

Namun, “bed rotting” bukanlah solusi utama untuk kesehatan mental.

Jika dilakukan sesekali, mungkin tidak berbahaya.

Tetapi jika berlangsung terlalu lama, kebiasaan ini bisa berdampak pada gangguan tidur, penurunan motivasi, hingga risiko depresi.

Kunci utamanya adalah keseimbangan antara istirahat, aktivitas fisik, dan interaksi sosial.

42 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU