HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga saham empat bank besar kompak menguat pada perdagangan Senin (14/9/2026) setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru.
Penguatan saham perbankan tersebut turut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga indeks hanya melemah terbatas pada penutupan perdagangan. IHSG ditutup turun 0,1% ke level 6.534.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Setelah pengucapan sumpah jabatan, Suahasil kemudian menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai Menteri Keuangan.
Saham Bank Besar Menguat
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan saham empat bank besar terjadi hingga penutupan perdagangan, beberapa saat setelah pengumuman reshuffle Menteri Keuangan dan penunjukan Suahasil Nazara.
Berikut pergerakan harga saham empat bank besar:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 3,97% menjadi Rp3.400 per saham.
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 3,21% menjadi Rp3.870 per saham.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,76% menjadi Rp6.500 per saham.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,83% menjadi Rp4.440 per saham.
Sentimen positif investor terhadap penunjukan Suahasil tidak terlepas dari rekam jejaknya di Kementerian Keuangan serta ekspektasi terhadap kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.
Beri Sinyal Kesinambungan Fiskal
Pemerintah menegaskan bahwa kredibilitas fiskal dan efisiensi belanja tetap menjadi prinsip utama dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah juga kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kondisi keuangan negara tetap sehat, sekaligus meningkatkan kualitas belanja agar setiap pengeluaran memberikan dampak efektif dan tetap selaras dengan prioritas nasional.
Ekonom Bank Danamon Indonesia dalam catatan Flash Note terbarunya menilai reshuffle tersebut sebagai sinyal kesinambungan kebijakan fiskal, bukan perubahan rezim fiskal Indonesia.
Menurut ekonom Bank Danamon, pengalaman Suahasil yang telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan dapat membatasi risiko transisi. Latar belakangnya sebagai teknokrat juga dinilai memberikan kesinambungan institusional dalam pengelolaan APBN.
“Secara keseluruhan, kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan dengan tetap mempertahankan batas defisit fiskal 3% sebagai jangkar utama kredibilitas. Prioritas kebijakan ke depan semakin perlu bergeser dari sekadar memperbesar belanja menuju peningkatan kualitas, multiplier, dan keberlanjutan belanja,” papar ekonom Bank Danamon, Senin (14/9/2026)
RHB Sekuritas Soroti Rekam Jejak Suahasil
Senada, RHB Sekuritas memandang Suahasil sebagai ekonom yang disegani sekaligus pembuat kebijakan fiskal yang sangat berpengalaman.
Suahasil merupakan lulusan Universitas Indonesia (UI). Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doktor dari Cornell University. Kariernya di pemerintahan antara lain mencakup posisi Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Selain pengalaman di pemerintahan, Suahasil juga memiliki perjalanan akademis yang panjang di Universitas Indonesia.
“Penunjukannya seharusnya memberikan kepastian mengenai kesinambungan kebijakan, mengingat pemahamannya yang mendalam terhadap APBN, perpajakan, subsidi, dan berbagai program prioritas pemerintah,” terang RHB Sekuritas dalam catatan terbarunya.
Latar belakang teknokratik Suahasil juga diharapkan mampu menjaga kredibilitas fiskal sekaligus mempertahankan komunikasi yang konstruktif dengan investor.




