Ke depan, investor akan mencermati sikap Suahasil terkait sejumlah kebijakan strategis, mulai dari belanja pemerintah, transfer ke daerah, subsidi energi, hingga penempatan likuiditas pada bank-bank BUMN.
Komitmen yang kuat terhadap disiplin fiskal dan transparansi pendanaan program prioritas dinilai dapat membantu menstabilkan rupiah, obligasi pemerintah, serta saham sektor perbankan.
“Sebaliknya, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif atau intervensi kebijakan yang lebih besar dapat mempertahankan tekanan terhadap imbal hasil obligasi dan rupiah, sekaligus meningkatkan ketidakpastian terkait likuiditas dan kondisi pendanaan sektor perbankan,” jelas RHB.




