HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional, baik ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun pemulihan kelistrikan, berada dalam kondisi aman, termasuk di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam.
Bahlil menegaskan bahwa momentum natal dan tahun baru (Nataru) pada tahun ini memiliki tantangan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena adanya musibah di sejumlah daerah.
Pemerintah, kata dia, telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, tanpa mengabaikan aspek ketahanan energi nasional.
“Kita sama-sama tahu bahwa kondisinya di Tahun 2025 ini berbeda dengan kondisinya tahun sebelumnya. Karena kita kena musibah, terjadi bencana di Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Holopis.com, Minggu (21/12/2025).
“Sebagian besar tenaga kita tercurahkan untuk mengerahkan seluruh kemampuan bangsa menolong saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di sana,” sambungnya.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian pemerintah, yakni ketersediaan BBM, Liquefied Petroleum Gas (LPG), pasokan listrik, serta antisipasi kebencanaan geologi.
Untuk ketersediaan BBM, Bahlil menyebut ketahanan stok jenis Pertalite (RON 90) berada di angka 19 hari, lebih tinggi dari batas minimum nasional sebesar 17–18 hari. Sementara itu, ketahanan bensin RON 92 tercatat di atas 23 hari, dan RON 95 berada di atas 31 hari.
Adapun untuk jenis solar, batas ketahanan minimum nasional ditetapkan selama 14 hari. Stok solar CN48 (subsidi)berada pada kisaran 15 hari, solar CN53 (non-subsidi) sekitar 25 hari, dan avtur tercatat memiliki ketahanan stok di atas 29 hari.
“Artinya dari sisi stok BBM, cadangan nasional kita untuk menjalankan Natal dan Tahun Baru insyaallah aman. Jadi saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal, jangan pikirkan tentang stok BBM, insyaallah semua aman,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait kondisi LPG nasional, Bahlil menyampaikan bahwa hingga Jumat (19/12/2025), stok LPG nasional tercatat sebesar 314.394 metrik ton (MT), dengan Daily Objective Throughput (DOT) mencapai 25.832 MT per hari.
Dengan angka tersebut, stok cadangan nasional LPG setara dengan 12,17 hari, yang menunjukkan kondisi LPG nasional berada dalam status aman.
Bahlil juga memastikan bahwa kondisi kelistrikan nasional secara umum berada dalam keadaan normal. Ketersediaan bahan baku pembangkit listrik, baik dari BBM, gas, maupun batu bara, dipastikan tidak mengalami kendala, dengan cadangan di atas 10 hari.
Selain itu, Kementerian ESDM juga melakukan langkah mitigasi terhadap potensi kebencanaan geologi. Saat ini, terdapat tiga gunung api berstatus siaga, yakni Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru. Sementara itu, sebanyak 24 gunung api lainnya berada pada status waspada.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi energi dan kebencanaan secara intensif guna memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas selama periode Natal dan Tahun Baru 2025.



