HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 89 juta penduduk tercatat telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini membidik capaian yang lebih besar. Hingga penghujung 2026, program CKG ditargetkan bisa menjangkau 130 juta jiwa, atau sekitar 46 persen dari total populasi Indonesia.
Program CKG telah berjalan sejak 10 Februari 2025.
Pemerintah menjadikan program tersebut sebagai salah satu upaya untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus mendorong masyarakat lebih rutin mengetahui kondisi kesehatannya.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Widyawati, mengatakan pemerintah terus melakukan optimalisasi setelah mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025.
Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur, ketersediaan alat kesehatan, hingga sistem pencatatan data kesehatan secara digital.
“Dengan sistem layanan yang kini semakin mumpuni dan terintegrasi, Kementerian Kesehatan menetapkan target terukur pada 2026 untuk menjangkau hingga 130 juta jiwa atau mencakup sekitar 46% dari total populasi Indonesia,” ujar Widyawati.
Sudah Dipakai 89 Juta Orang
Antusiasme masyarakat terhadap program ini disebut terus meningkat.
Hingga pertengahan 2026, jumlah penduduk yang telah memanfaatkan layanan CKG sudah menembus lebih dari 89 juta orang.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator tingginya partisipasi masyarakat dalam program pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah.
“Capaian positif terus tercatat, dan hingga pertengahan 2026, lebih dari 89 juta penduduk telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis,” tambah Widyawati.
Dengan capaian tersebut, pemerintah masih memiliki target puluhan juta masyarakat lainnya yang diharapkan bisa mengakses layanan CKG hingga akhir tahun.
Fokus Deteksi Dini
CKG tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat deteksi dini penyakit. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan yang sesuai dan tidak menunggu sampai penyakit berkembang lebih serius.
Karena itu, Kemenkes terus mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus memastikan akses pemeriksaan bisa menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.



