HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi penolakan dari anggota parlemen lintas partai setelah pemerintahannya membuka jalan bagi pasokan solar Rusia ke pasar energi. Tujuh senator AS, termasuk empat anggota Partai Republik, pada Minggu (12/10) meminta pemerintahan Trump segera membatalkan rencana tersebut.
Mereka menilai kebijakan itu bertentangan dengan undang-undang federal yang disahkan Kongres pada 2022 untuk melarang impor energi dari Rusia setelah invasi ke Ukraina.
Para senator mengatakan aturan tersebut dibuat untuk mencegah uang Amerika Serikat digunakan untuk membiayai perang Rusia terhadap Ukraina. Mereka juga menilai pemerintahan Trump tidak berkonsultasi dengan Kongres atau memberikan alasan yang diwajibkan dalam aturan tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Amerika Serikat seharusnya tidak memberikan bantuan finansial kepada Putin ketika Rusia masih membunuh warga sipil Ukraina. Pemerintahan ini harus segera membatalkan keputusan tersebut,” kata para senator, dikutip Holopis.com, Senin (12/10).
Sebelumnya, Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui pasokan lebih dari 300.000 ton solar ke pasar energi global. Trump menyebut tambahan 500.000 ton solar juga akan dipasok pada November mendatang.
Rencana tersebut muncul ketika pemerintahan Trump tengah mencari cara untuk menekan harga bahan bakar yang melonjak di AS menjelang pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections yang akan digelar pada musim gugur tahun ini.
Namun, efektivitas rencana tersebut dalam menurunkan harga bahan bakar masih dipertanyakan. Sejumlah mantan pejabat AS bahkan mempertanyakan apakah Rusia memiliki jumlah solar sebanyak yang disebutkan Trump untuk dipasok ke pasar.
Analis pasar energi juga menilai jumlah solar yang dijanjikan Trump kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga solar global. Artinya, meski jumlah yang disebut mencapai ratusan ribu ton, pasokan tersebut diperkirakan tidak cukup besar untuk mengubah kondisi pasar secara berarti.
Penolakan terhadap rencana tersebut juga menjadi sorotan karena datang dari kedua partai besar di AS. Empat dari tujuh senator yang meminta Trump membatalkan kebijakan tersebut berasal dari Partai Republik, sementara sisanya berasal dari Partai Demokrat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan terkait impor solar Rusia tidak hanya menghadapi kritik dari kubu oposisi, tetapi juga mendapat keberatan dari anggota partai Trump sendiri. Para senator pun meminta pemerintahan Trump kembali mengikuti aturan yang telah ditetapkan Kongres terkait impor energi dari Rusia.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...