HOLOPIS.COM, JAKARTA – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) masih berharap lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9) dapat ditemukan dalam keadaan selamat, meski operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan pada Kamis (17/9).
Harapan tersebut disampaikan Ketua KWP Ariawan dalam doa bersama yang digelar bersama sejumlah wartawan di halaman Patung Soekarno, depan Gedung Nusantara atau Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
“Kami masih optimis dan terus berharap kelima rekan-rekan kita, termasuk tiga ABK itu dapat ditemukan dengan keadaan selamat,” kata Ariawan kepada Holopis.com saat doa bersama, Jumat (18/9).
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Menurut Ariawan, dua dari lima jurnalis tersebut juga kerap melakukan peliputan di Kompleks Parlemen. Karena itu, hilangnya mereka turut dirasakan oleh wartawan yang sehari-hari bertugas di lingkungan parlemen.
“Dari kelima jurnalis itu pun dua di antaranya aktif sering melakukan liputan di Kompleks Parlemen sehingga kami merasa kehilangan terhadap teman-teman jurnalis yang sampai dengan hari ini belum ditemukan,” ujarnya.
Ariawan juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam operasi pencarian. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan secara optimal selama operasi SAR berlangsung, meski belum membuahkan hasil yang diharapkan.
“Kami juga tentu mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah melakukan pencarian secara optimal, meskipun belum membuahkan hasil yang maksimal,” katanya.
Meski operasi SAR telah dihentikan, KWP menyatakan akan tetap berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu I. Ariawan mengatakan komunikasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dapat ditindaklanjuti.
Upaya tersebut juga diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat. Ariawan meminta masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda, untuk menyampaikan informasi apabila menemukan benda atau petunjuk yang diduga berkaitan dengan Arupadhatu I.
“Kami juga berharap kepada masyarakat luas terutama para nelayan, apabila menemukan petunjuk untuk dapat menginformasikan kepada teman-teman wartawan maupun ke aparat penegak hukum agar supaya bisa ditindak lanjuti,” imbaunya.
Ariawan juga menyampaikan pesan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih menunggu kabar. Ia berharap keluarga tetap bersabar dan tabah sembari berbagai pihak terus berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan mereka.
“Bagi keluarga teman-teman jurnalis ya tentu, kami berharap para keluarga dapat bersabar, dapat tabah, dan kita berdoa bersama semoga ada sesuatu mukjizat agar supaya kelima teman-teman ini dapat ditemukan dengan keadaan selamat,” pungkasnya.




