HOLOPIS.COM, KEDIRI – Perubahan anak di sekolah ternyata tidak selalu bisa dilihat dari angka-angka yang tertulis di rapor. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, perubahan justru mulai terlihat dari kebiasaan sehari-hari para siswa.
Mulai dari cara berbicara kepada guru, kerapian penampilan, kemampuan bergaul dengan teman, sampai kebiasaan menjalankan ibadah perlahan mengalami perubahan.
Guru Biologi SRT 1 Kabupaten Kediri, Ima Masfatus Sholihah, menjadi salah satu orang yang melihat proses tersebut secara langsung.
Menurut Ima, kondisi siswa ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat cukup beragam. Ada yang belum terbiasa disiplin, kurang memperhatikan kerapian, hingga masih kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial baru.
“Awal kita menerima siswa itu semuanya kelas 10, awal masuk itu perilakunya masih sangat variatif, masih belum terarah,” ujar Ima.
Namun, setelah mendapatkan pendampingan secara konsisten selama sekitar satu tahun, perubahan mulai terlihat.
Kebiasaan siswa menjadi lebih tertib. Cara berinteraksi dengan guru dan tenaga kependidikan juga ikut berubah. Begitu pula dengan kemampuan mengelola emosi dan bersosialisasi.
Dari Rambut Berantakan Jadi Lebih Rapi
Salah satu perubahan yang paling mudah dilihat adalah penampilan.
Ima mengingat bagaimana gaya berpakaian dan rambut siswa saat pertama kali masuk cukup beragam. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai terbiasa mengikuti aturan sekolah dan menjaga penampilan.
“Ada yang rambutnya, mohon maaf, sedikit seperti anak punk,” kata dia mengenang kondisi siswa ketika pertama masuk.
Bagi Ima, perubahan semacam itu mungkin terlihat sederhana. Namun, justru dari kebiasaan kecil tersebut proses pembentukan karakter mulai berjalan.
Siswa belajar memahami aturan, menjaga kerapian, sekaligus membiasakan diri hidup dalam lingkungan yang memiliki tata tertib.




