Siswa yang Awalnya Sulit Bergaul Mulai Terbuka
Perubahan lainnya terlihat dari hubungan antarsiswa.
Pada awal masuk, beberapa siswa cenderung hanya bergaul dengan teman tertentu. Ada juga yang masih tertutup dan kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Guru dan wali asuh kemudian mencoba membangun pola interaksi yang membuat siswa tidak terus berada dalam kelompok yang sama.
Salah satu caranya dilakukan saat waktu makan.
Tempat duduk siswa diatur secara bergantian sehingga mereka bisa makan bersama teman yang berbeda-beda.
“Kadang semeja dengan teman A, teman B, teman C, teman yang lain. Jadi tidak melulu anak hanya bersosialisasi dengan satu orang,” jelas Ima.
Cara sederhana tersebut perlahan membuat siswa terbiasa bertemu dan berkomunikasi dengan teman yang memiliki karakter berbeda.
Mereka pun belajar memahami perbedaan, membangun komunikasi, dan menyesuaikan diri ketika hidup bersama orang lain.
Perubahan Tak Berhenti di Lingkungan Sekolah
Hal yang cukup menarik, kebiasaan yang dibangun di Sekolah Rakyat juga mulai terbawa ketika siswa pulang ke rumah.
Ima menceritakan pengalamannya saat mengunjungi rumah salah satu siswa setelah satu semester berlangsung.
Orang tua siswa tersebut mengaku melihat perubahan pada kebiasaan anaknya, salah satunya dalam menjalankan ibadah.




